MENGENAL RUMPIN MEKAR HARAPAN
![]() |
| rumah-asli-penduduk-sekayu (Gambar: koleksi pribadi) |
Rumpin ini awalnya diprakarsai ibu-ibu PKK RT, karena sejak adanya covid diberlakukan WFH (Work From Home) dan anak-anak juga sekolah secara daring. Mereka tidak ada kegiatan (aktivitas) sehingga menyebabkan anak-anak tersebut asyik bermain gadget. Nah, karena hal itulah maka ibu-ibu pengurus PKK beserta tutor (bunda Dea, bunda Keke dan bunda Wati) mendirikan Rumpin Mekar Harapan ini.
Pada awalnya aktivitasnya hanya bermain sambil belajar. Saat itu masih terbatas anak-anak pengurus saja yang ikut kegiatan ini. Seiring berjalannya waktu, anggota di rumpin ini semakin banyak. Anak-anak itu sangat antusias dengan adanya rumpin ini, mereka mengajak serta teman bermainnya, teman ngajinya untuk ikut bergabung. Hingga kini jumlah total anak yang belajar di rumpin terdata ada 90 anak, yang tersebar di wilayah kelurahan Sekayu. Akan tetapi biasanya pada saat kegiatan jumlah anak yang datang hanya sekitar 20 sampai 25 anak.
Lalu kapan kegiatan anak-anak di rumpin dilaksanakan? Anak-anak melaksanakan kegiatan setelah pulang sekolah dan di akhir minggu (weekend). Jadi tidak mengganggu jam belajar di sekolah. Ada banyak jenis kegiatan disini antara lain yakni edukasi, ice breaking, aktivitas dan kreativitas yang semuanya akan menjadikan mereka generasi TANGGUH atau Tanggap Unggul Hebat. Berbagai aktivitas di Rumpin bisa dilihat di instagram.
Adapun nama-nama pengurus adalah:
Ketua: Fikri Maulana
Tutor + admin medsos: bunda Dea
Tutor + bendahara: bunda Wati
Tutor: bunda Keke
Biaya operasional Rumpin diperoleh dari kelurahan yang disalurkan setiap bulan. Sedangkan untuk dana PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bagi 25 anak mendapat dana dari Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) kelurahan yang termasuk dari APBD.
ANJANGSANA KE RUMPIN MEKAR HARAPAN SEKAYU
![]() |
| berkegiatan-bersama-rumpin-mekar-harapan (Gambar: koleksi pribadi) |
Di Sekayu ini masih ada beberapa rumah yang bentuknya asli seperti rumah joglo. Salah satunya dipakai sebagai tempat belajar anak-anak rumpin. Rumah tersebut adalah tempat tinggal bunda Dea salah satu mentor dan pengurus. Tak mengurangi keceriaan mereka yang belajar di teras dan di halaman beralaskan tikar. Tetapi bila hujan datang, mereka pindah belajar di dalam rumah.
Sore itu saat kami datang, suasana masih sepi. Kami menunggu beberapa anak yang belum datang ke lokasi. Sambil menunggu teman-teman yang lain, anak-anak terlihat asyik membaca buku-buku cerita anak yang disediakan pengurus. Dari umur 4 tahun (TK) hingga anak-anak usia SD terlihat sangat menikmati kegiatan di rumpin ini. Kami pun ikut membaur berkegiatan belajar bersama mereka. Setelah acara perkenalan kemudian dilanjutkan berkegiatan.
Kegiatan kali ini adalah mewarnai batik dengan pewarna alam (kunyit). bahan-bahan yang dibutuhkan adalah kunyit (ekstrak), deterjen putih, kapas, cotton bud, pola batik yang akan diwarnai (di kertas buffalo agar tidak tembus air), air. Caranya, deterjen dan kunyit dilarutkan dalam air dalam wadah terpisah. Kunyit digunakan untuk mewarnai latar belakang gambar, dengan cara diusapkan pelan-pelan menggunakan kapas ke seluruh gambar (pola batik). Tunggu sampai kertas yang diwarnai benar-benar kering. Setelah kering, pola diwarnai menggunakan cotton bud. Dan hasilnya sangat cantik. Latar belakang kuning dan pola berwarna merah, sangat kontras dan cantik. Anak-anak tampak gembira dan antusias mengikuti kegiatan ini. Dan tak ketinggalan kami pun ikut mencoba melakukannya.
![]() |
| hasil-mewarnai-batik-dengan-kunyit (Gambar: koleksi pribadi) |
Tanpa terasa hari semakin beranjak sore, dan rintik hujan mulai datang. Acara diakhiri dengan pembagian makanan (nasi dan lauknya) serta uang saku kepada anak-anak yang hadir (25 orang).
![]() |
| pemberian-bingkisan-untuk-rumpin (Gambar: koleksi pribadi) |






Posting Komentar