wahyusuwarsi.com

BAGAIMANA AGAR AMAN MENITIPKAN ANAK

 

Pengasuh dan balita

Baru saja beredar kabar tentang sebuah daycare di Yogyakarta yang digerebek polisi. Tentunya teman-teman juga sudah membaca beritanya ya. Kepala sekolah, ketua yayasan dan para pengasuh daycare itu telah dilaporkan polisi dan dilakukan penggerebekan.

Mereka memperlakukan bayi serta anak-anak yang dititipkan, dengan tidak manusiawi dan kejam. Mengikat tangan dan kaki anak-anak tersebut, menidurkan di lantai tanpa baju dan hanya memakai pampers saja. Ikatan akan dibuka pada saat anak-anak mandi dan buang air.

Tayangan lain di daerah Medan, ada seorang pengasuh anak yang menganiaya momongannya hanya gara-gara si bocah susah makan. Memukul hidungnya hingga berdarah.

Kejadian-kejadian itu tentunya sangat mencemaskan dan mengkhawatirkan bagi ibu-ibu yang masih punya balita. Terutama bagi ibu bekerja yang menitipkan pengasuhan anak ke daycare maupun pengasuh (orang lain) di rumah.

Saya pernah ada di posisi ini juga, saat masih berstatus ibu bekerja yang punya bayi. Waktu itu sempat kebingungan dalam pikiran saya. Kalau nanti cuti melahirkan sudah habis dan saya sudah masuk kerja, siapa yang akan menjaga bayi saya? Dilema seperti ini selalu dihadapi ibu bekerja yang punya balita maupun bayi di rumah.

Alhamdulillah saat itu mendapat pengasuh bayi yang orangnya telaten dan sabar, dan memang sudah terbiasa merawat bayi. Dan lagi ibu saya juga masih sehat sehingga hampir setiap hari ke rumah sambil menengok dan ikut mengawasi cucunya, walaupun hanya beberapa jam. Ya, ibu saya memang sangat aktif organisasi dan kegiatan sosial lainnya sehingga waktunya banyak tersita di luar. Namun semenjak punya cucu masih menyempatkan menjenguk cucunya di rumah saya.

Banyaknya tayangan-tayangan yang negatif dan menyeramkan tentang daycare dan pengasuh bayi membuat saya kembali merasa was-was, bagaimana nanti jika saya punya cucu. Sedangkan anak saya (suami istri) semua bekerja. Niatnya nanti seandainya punya cucu, saya tetap akan ikut mengawasi dan menjaga di samping pengasuhnya. Tentunya juga tanpa meninggalkan kegiatan maupun hobi saya saat ini, misalnya menulis dan ngeblog harus tetap jalan.

MEMBANGUN RASA AMAN PADA ANAK

Rasa aman dan nyaman pada anak akan menumbuhkan rasa percaya diri dalam dirinya, adanya kehangatan dan konsistensi dalam hubungan sehari-hari. Dengan demikian anak akan lebih berani berekspresi dan lebih mudah untuk belajar.

LUANGKAN WAKTU MENDENGARKAN

Meluangkan waktu untuk mendengarkan anak adalah bentuk kehadiran secara emosional. Saat anak sedang bercerita pengalamannya, dengarkan dengan baik. Berikan rasa empati dengan menatap matanya penuh sayang, dan jangan sekali-sekali memotong pembicaraan atau langsung menghakimi dan menasehati. Dengarkan ceritanya hingga tuntas, barulah kemudian memberinya nasihat atau respon positif terhadapnya.

BERIKAN KASIH SAYANG

Rasa aman pada anak dapat diciptakan dengan cara memberikan kasih sayang penuh padanya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, misalnya dengan mengusap lembut kepalanya, memeluknya, menciumnya atau mengatakan, “ibu sayang sama kamu nak.” Anak akan merasakan kehangatan kasih sayang dari orang tua dan anak juga merasa terlindungi sehingga tercipta rasa aman.

MEMBANGUN RUTINITAS

Rutinitas-rutinitas pada anak dapat dilakukan misalnya membacakan cerita sebelum tidur, rutinitas jam makan dan jam tidur yang konsisten. Secara tidak langsung hal ini mendidik anak disiplin dan konsisten melakukan rutinitas hariannya.

MEMAHAMI PERASAAN ANAK

Cobalah berusaha memahami perasaan anak agar mereka merasa dihargai dan diterima. Misalnya suatu saat anak sedang ngambek, sedih, atau marah coba bujuk anak untuk menceritakan perasaannya dan apa sebabnya. Pelan-pelan dan dengan penuh kesabaran, sedapat mungkin dengarkan cerita anak, bujuklah untuk meredakan emosinya. Anak akan merasa lebih dihargai dan diterima bila kita sebagai orang tua bisa memahami perasaannya.

HINDARI MEMBANDINGKAN ANAK

Membanding-bandingkan anak dengan anak lain dapat menyakiti perasaannya, baik itu dengan saudaranya ataupun dengan temannya. Setiap anak punya bakat dan perkembangan sendiri, apapun itu. Jadi membanding-bandingkan anak dengan yang lain adalah tindakan yang kurang bijaksana, misalnya dalam hal prestasi. Akan lebih baik memberikan semangat dan pujian apapun hasil yang didapatnya.

MEMBERIKAN ATURAN YANG JELAS

Memberi aturan pada anak hendaknya disampaikan dengan cara halus, tenang dan konsisten. Memberi aturan dengan cara bentakan dan ancaman justru akan menjadikan anak memberontak dan cenderung membangkang (tidak patuh).

MENJADI CONTOH BAGI ANAK

Sebagai orang tua hendaknya bisa menjadi contoh yang baik bagi anak. Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman di dalam rumah sehingga anak pun merasa nyaman. Orang tua memberi contoh sikap yang baik misalnya, bersikap tenang dan tidak emosi, memberi nasihat yang baik, dan penuh kasih sayang terhadap anak.

BAGAIMANA MENITIPKAN ANAK DENGAN AMAN

Seperti telah disebutkan diatas, dilema ibu bekerja adalah bagaimana menitipkan anak agar aman di saat ibu sedang bekerja. Tidak mudah memilih orang yang bisa dipercaya untuk menjaga anak, harus lebih berhati-hati. Di zaman sekarang banyak orang yang hanya menginginkan uang tetapi tidak diimbangi bekerja dengan baik, misalnya dalam hal mengasuh dan menjaga anak.

Mengasuh anak membutuhkan ketelatenan, kesabaran, karakter dan sikap yang baik. Jadi tak sekadar hanya karena kenal lama ataupun soal dekat saja. Apa saja ciri dan syarat orang yang layak dipercaya menjaga anak? Simak ulasannya di bawah ini.

BERTANGGUNG JAWAB

Bertanggung jawab dalam segala hal yang berhubungan dengan anak yang dijaga. Misalnya, mengikuti aturan-aturan yang diberikan orang tua. Mengikuti jadwal makan anak, tidur sesuai jam yang telah ditetapkan oleh orang tua. Pengasuh sebaiknya mengikuti aturan yang telah ditentukan, untuk menjaga disiplin anak dan membiasakan konsisten mengerjakan kebiasaan sehari-hari.

Tanggung jawab lain sebagai pengasuh adalah tepat waktu, menepati janji dan tidak ceroboh dalam mengasuh anak. Ceroboh itu misalnya pengasuh meleng (tidak fokus) hingga anak jatuh atau lainnya.

KASIH SAYANG DAN SABAR TERHADAP ANAK

Kasih sayang dan kesabaran menghadapi anak adalah modal utama bagi seorang pengasuh anak. Karena anak-anak bisa merasakan siapa yang membuatnya nyaman dan aman. Pengasuh anak yang baik, tidak mudah emosi atau membentak anak pada saat anak rewel atau tidak mau makan (GTM). Dia akan penuh kasih sayang dan dengan sabar membujuk anak untuk makan. Begitu pula bila anak merengek atau bertingkah, pengasuh anak harus mampu mengatasinya hingga anak tenang kembali. Bila anak sedang bercerita, dengarkan baik-baik dan jangan memotong pembicaraan, berikan tanggapan positif. Tunjukkan perhatian yang tulus pada anak.

BICARA JUJUR

Pengasuh anak harus bicara jujur dan terbuka. Misalnya bila anak jatuh maupun sakit, atau anak melakukan hal-hal yang di luar kebiasaan. Lebih baik berkata jujur demi kebaikan daripada berbohong demi terlihat baik. Apapun yang terjadi pada anak saat orang tua tidak ada, ceritakan dengan jujur dan terbuka.

MENJAGA EMOSI DAN PERILAKU

Dalam menjaga dan mengasuh anak sebaiknya berbicara yang sopan dan tidak berkata kasar, karena anak mudah meniru. Selalu berusaha bersikap tenang (tidak mudah panik) bila terjadi sesuatu.

MENJAGA KEAMANAN ANAK

Keamanan anak meliputi keamanan terhadap lingkungan, memperhatikan kesehatan anak, menjaga kebersihan makanan dan menunya, dan selalu mengawasi anak saat bermain.

ANAK MERASA NYAMAN BERSAMANYA

Anak merasa nyaman dalam arti tidak takut dan mau mendekat, anak tetap bersikap ceria saat diasuh. Bila anak merasa ketakutan berlebihan saat bertemu pengasuh, orang tua hendaklah waspada karena pasti ada sesuatu yang tidak baik. Karena itulah diperlukan sikap jujur pengasuh.

MENGHORMATI POLA ASUH ORANG TUA

Pengasuh yang baik akan selalu mengikuti pola asuh orang tua. Misalnya tidak memberi makanan yang dilarang hanya karena anak rewel. Memperbolehkan sesuatu yang dilarang, misalnya main gadget berlebihan. Pengasuh harus jujur dan tidak diam-diam melanggar aturan, dan harus mau mendengar arahan orang tua.

MEMPUNYAI REPUTASI YANG BAIK

Sebaiknya sebelum diterima sebagai pengasuh anak, hendaknya orang tua mencari tahu rekam jejak orang tersebut. Misalnya cara memperlakukan anak lain, perhatikan sikap saat menghadapi anak-anak apakah sabar atau emosi, cari referensi dari pengalaman orang lain yang pernah memakai jasa orang tersebut.

BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG TUA

Adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan pengasuh, membantu menjaga keselamatan dan kenyamanan anak. Pengasuh sebaiknya selalu memberi kabar tentang perkembangan anak, jangan ragu-ragu untuk bertanya, dan bila diberi masukan jangan tersinggung.

PENUTUP

Jika anak merasa tidak nyaman, jangan diabaikan karena orang tua pasti punya naluri untuk merasakan.

Untuk menjaga dan mengasuh anak pilihlah orang yang stabil emosinya, menghargai anak, peduli pada anak, bisa menjalin komunikasi dengan orang tua. Hal ini akan menimbulkan rasa nyaman dan aman pada anak sehingga lebih percaya diri. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar