wahyusuwarsi.com

WISATA VW BOROBUDUR DAN BERKUNJUNG KE UMKM MUNGKID

 

VW tour Borobudur

Setelah menginap semalam di penginapan Borobudur Bed and Breakfast (ulasan ada di artikel sebelumnya), pagi ini (hari ke-2) kami memutuskan untuk wisata VW Safari.

Sebelumnya memang kami sudah booking mobil VW beserta pemandu melalui Sinayang Adventure. Dijemput di tempat kami menginap, dengan durasi wisata kurang lebih 2 jam, kemudian diantar kembali ke tempat awal penjemputan.

Pukul 08.30 sesuai perjanjian awal, mobil-mobil VW menjemput kami di penginapan. Wah, cantik-cantik sekali warna mobilnya seperti permen. Mobil-mobil VW dicat warna-warna cerah pink, merah, hijau, ungu, biru, putih, orange dan warna cerah lainnya. Kami menyewa 4 mobil untuk 4 keluarga dengan harga Rp 450.000 per mobilnya. Sebuah mobil VW bisa diisi 3 atau 4 penumpang plus driver.
Beberapa paket yang disediakan adalah:
  • Short trip 2 jam (2 kunjungan, 1 spot foto view Menoreh), Rp 450.000.
  • Medium trip 3 jam (3 kunjungan, 1 spot foto view Menoreh) Rp 650.000.
  • Long trip 4,5 jam (4 kunjungan, 1 spot foto view Menoreh) Rp 900.000.
  • One day trip 7 jam (5 kunjungan, 2 spot foto view Menoreh) Rp 1.200.000.
  • Paket sunrise Rp 700.000.
  • Wedding trip Rp 1.200.000
Kunjungan UMKM dan Edukasi:
  • UMK aneka rempeyek
  • Batik
  • Gerabah
  • Gula jawa
  • Peternak lebah madu
  • Kambing etawa
  • Kupu-kupu
  • Gamelan
  • Tahu
  • Kopi luwak
  • Rengginang
  • Lukis payung
  • Kampung unggas
  • Petani jamur
Kunjungan destinasi wisata:
  • Candi Borobudur
  • Candi Pawon
  • Candi Mendut
  • Svargabumi
  • Puthuk setumbu
  • Gereja ayam
  • Museum kapal
  • Rumah kamera
  • Junk yard
  • Taman kelinci
  • Watu putih
  • Balkondes
  • Centra peyek kacang

Paket pilihan VW tour
paket-vw-tour
(Gambar: Sinayang Adventure)

Untuk paket dokumentasi bisa dipilih beberapa:
  • Foto saja Rp 450.000
  • Foto video bawah Rp 650.000
  • Video atas/drone saja Rp 1.250.000
  • Foto video bawah+atas Rp 1.550.000

BELAJAR MEMBATIK DI TINGAL ART (UMKM BATIK)

Hasil belajar membatik
hasil-belajar-membatik
(Gambar: dokumentasi pribadi)

Pagi itu cuaca di Mungkid terasa panas padahal waktu baru menunjukkan pukul 08.30 WIB. Sesuai perjanjian, mobil VW menjemput tepat waktu. Namun ada sedikit kendala salah satu mobil mengalami kerusakan (mesin berasap), dan pihak tour mengganti dengan mobil yang lain. Butuh waktu kurang lebih 15 menit menunggu mobil pengganti datang menjemput, selanjutnya rombongan mulai berangkat menuju destinasi pertama.

Melewati jalan-jalan desa naik VW terbuka rasanya seperti di film-film petualangan zaman dulu. Anak-anak dan keponakan-keponakan tampak antusias, ya karena ini adalah pengalaman pertama bagi mereka. Memang saya sengaja memilih wisata ini, karena ada edukasi ke UMKM untuk menambah pengetahuan mereka, dan sedikit empati terhadap lingkungan sekitarnya.

Perjalanan dari penginapan menuju UMKM pertama, sepanjang jalan disuguhi view yang cantik dengan latar belakang bukit Menoreh, sawah-sawah dan tampak di kejauhan stupa candi Borobudur. Saat itu langit cerah membiru yang merupakan sebuah perpaduan yang cantik dari alam. Tour guide kami bernama mas Wawan yang sepanjang jalan menjelaskan tempat-tempat yang kami lewati dan menjawab pertanyaan dengan jelas. Tak lama kemudian, sampailah kami di UMKM Batik Tingal Art.

Tingal Art UMKM Batik bangunannya sangat estetik penuh ukiran-ukiran, Sebelah kiri terdapat sebuah pendopo untuk beristirahat (duduk-duduk) pengunjung. Masuk ke dalam terdapat beberapa bangunan, bagian depan merupakan show room yang menjual aneka fashion batik, beberapa mainan tradisional, pernak-pernik jadul, tas, kerajinan tangan yang semua cantik-cantik dan menarik. Walaupun agak berdesakan karena banyaknya pengunjung, namun akhirnya kami bisa membeli beberapa batik untuk oleh-oleh.

Show room produk batik
show-room-produk-tingal-art
(Gambar: dokumentasi pribadi)

Disini juga ada workshop membatik, anak sulung rupanya tertarik untuk mencoba. Kita hanya membayar Rp 30.000 untuk mendapat sehelai kain yang sudah ada motifnya. Kemudian akan dipandu karyawan untuk mulai belajar membatik, dengan menggunakan canting dan lilin yang dicairkan. Setelah selesai menggambar (membatik), dilanjutkan proses mewarnai oleh karyawan, kemudian batik diangin-anginkan. Agar tidak keliru dengan pengunjung lain, hasil karya kita harus diberi nama. Menunggu kira-kira 20 menit setelah batik kering, hasil karya batik bisa dibawa pulang.

Puas melihat-lihat show room, belanja dan belajar membatik, kemudian lanjut berkunjung ke UMKM berikutnya yakni, Rengginan bu Yatin.

BELAJAR MEMBUAT RENGGINAN DI BU YATIN (UMKM RENGGINAN)

Foto bersama di depan rumah pembuatan rengginan
foto-di-depan-rengginan-bu-yatin
(Gambar: dokumentasi pribadi)

UMKM selanjutnya yang kami pilih adalah pusat pembuatan rengginan Bu Yatin. Seperti di UMKM yang lain, disini pengunjung bisa mencoba membuat (mencetak) rengginang. Pengunjung disuguhi teh manis dan beberapa olahan snack dan rengginan. Snack-snack hasil olahan di display di sebuah ruangan, sehingga pengunjung bisa membelinya untuk oleh-oleh. Harganya sangat terjangkau mulai Rp 15.000 per bungkus. Saya pun sempat membeli beberapa macam snack untuk oleh-oleh.

Di bagian dalam terdapat dapur (pawon) yang digunakan untuk memasak dan mengolah bahan (beras ketan) menjadi rengginan. Dapurnya masih jadul menggunakan kayu sebagai bahan bakar dan mengukus menggunakan dandang besar.

Pawon pengolahan rengginan
pawon-untuk-mengolah-beras-ketan
(Gambar: dokumentasi pribadi)

Saya sempat praktek mencetak rengginan dengan dipandu karyawan di sana. Ulasan tentang rengginan bu Yatin sudah pernah saya tulis di artikel lalu.

Cara pembuatan rengginan yakni beras ketan direndam selama 2-3 jam, lalu dikukus sampai tanak. Setelah itu ditambah bumbu asin atau bumbu manis. Kemudian dikukus lagi untuk kedua kalinya dan setelah tanak dicetak dalam bentuk bulat dan gepeng. Lalu dijemur sekitar 2 hari dan setelah kering digoreng dan dikemas.
Belajar mencetak rengginan
hasil-mencetak-rengginan
(Gambar: dokumentasi pribadi)

Rengginan raksasa
properti-rengginan-raksasa
(Gambar: dokumentasi pribadi)

Berkunjung ke tempat ini tahun 2023 tampaknya banyak perubahan (renovasi) bangunannya. Selain tempatnya lebih luas dan nyaman, juga ada tambahan beberapa sudut spot foto. Di depan terdapat gapura terbuat dari batu bata, sangat estetik. Ruang depan (setelah pintu masuk) ada beberapa properti wayang, alu, lumpang, kursi bambu dan ada rengginan raksasa yang dipajang di tengah ruangan. Tak melewatkan kesempatan, kami pun berfoto di depan beberapa properti tersebut. Yuk, lanjut ke destinasi selanjutnya ke spot foto buat foto-foto.

SPOT FOTO LAPANGAN RANDU ALAS

Lapangan Randu Alas
spot-foto-lapangan-randu-alas

Spot foto ada di lapangan Randu Alas, yang dinamakan demikian karena ada pohon randu di pintu lapangan (pohon randu yang telah ditebang). Indah sekali view nya, yang memang cocok sebagai spot foto. Di bagian belakang tampak berjajar pohon-pohon sejenis cemara yang menjulang tinggi, cocok sekali dengan kondisi langit yang saat itu sedang cerah. Langit biru, awan putih, berpadu dengan warna rumput hijau di lapangan, pohon cemara dan latar belakang bukit Menoreh.

Didukung dengan cuaca dan view yang indah, hasil foto juga tidak mengecewakan. Setelah puas membuat kenangan foto di tempat ini, kami pun balik ke penginapan karena waktu telah menunjukkan pukul 11.00 WIB.

Lebaran tahun ini yang berkesan dan penuh kekompakan serta kebersamaan, saling menjaga silaturahmi antar seluruh anggota keluarga besar. Semoga tahun depan kami masih diberikan kesempatan untuk berkumpul kembali di hari raya lebaran. Aamiin.

8 komentar

  1. ini seru banget sih liburannya. Aku ngebayangin liburan menyusuri desa pake VW, jadi inget petualangan sherina. My dream banget. Ada edukasinya mbatik juga. Kece.

    BalasHapus
  2. Seru banget liburan ke Borobudur pake mobil VW rame-rame, terus banyak destinasi wisata yang akan dikunjungi lagi. Sayang banget dilewatkan kalau tempat liburannya asik kayak gini 😊

    BalasHapus
  3. Saya pernah kesini mbaak dan foto² di lapang luas itu di atas mobil VW. keren yaaa daerah itu sudah jadi desa wisata dengan banyak destinasi kunjungan yang bisa disambangi oleh para wisatawan.

    BalasHapus
  4. seru banget mbak, keliling keliling dengan menggunakan VW yang cakep cakep warnanya. Aku melihat foto temenku waktu wisata VW seperti ini, pengen juga hahaha. Cuman sayangnya belum ada kesempatan buat ke sana.
    apalagi kalau sama keluarga atau sohib ya, pasti jadi memorable banget

    BalasHapus
  5. Liburan keluarga besar yang menyenangkan. Mobil VW-nya juga cantik dengan warna-warna ceria. Apalagi ada kunjungan ke UMKM, ini, sih, destinasi yang kadang tidak terpikirkan saat hendak liburan keluarga. Tanpa disadari anak-anak, mereka belajar lebih menghargai sesama.

    BalasHapus
  6. Wah serunya Bu libur lebarannya, banyak destinasi wisata yang dikunjungi, tidak hanya berlibur tetapi juga menambah wawasan dan bisa belajar membuat rengginan juga wkwkwk

    BalasHapus
  7. lucu banget mobilnya warna warni :D

    BalasHapus
  8. Keren banget VW nya apalagi warna warni gitu. Libur lebaran seperti yg mbak jalani ini pastinya memorable banget untuk seluruh anggota keluarga ya.. apalagi banyak destinasi wisata yang dikunjungi

    BalasHapus