wahyusuwarsi.com

BAGAIMANA MENGATASI MABUK DI PERJALANAN

 

Bepergian sekeluarga

Lebaran baru saja berakhir. Bagi masyarakat Indonesia, lebaran identik dengan pulang mudik atau mulih sedilik (bahasa Jawa). Mudik artinya pulang sebentar, ke kampung halaman untuk sungkem ke orang tua dan saudara-saudara yang lebih sepuh. Melepas rindu di kampung halaman, bersilaturahmi dan bernostalgia masa kecil.

Walaupun mungkin di jalan banyak hambatan saat mudik, namun hal itu bukan masalah yang berarti. Rindunya pada kampung halaman tuk segera bertemu saudara, mengalahkan semua hambatan yang ditemui di jalan. Hambatan itu misalnya arus mudik sehingga terjebak kemacetan yang panjang, badan yang tidak fit karena lelah di perjalanan atau bahkan mabuk sepanjang perjalanan, dan banyak lagi hambatan lain yang dialami para pemudik tersebut.

Saya termasuk salah satunya yang setiap bepergian selalu mabuk, mual dan pusing bahkan kadang sampai muntah-muntah. Kapanpun dan dengan moda transportasi apapun, pasti selalu mabuk. Baik itu di darat (bus, mobil, kereta api) maupun di udara (pesawat). Saya belum pernah naik kapal besar, tetapi suatu ketika saat piknik naik speed boat pernah juga mabuk (mual dan pusing). 

Rasa mual dan pusing saat bepergian itu sangat menyiksa dan membuat tidak nyaman. Akibatnya kita jadi tidak bisa menikmati perjalanan, malah sibuk mengatasi agar tidak muntah di perjalanan dan juga tidak pusing. Tentunya hal ini akan mengganggu teman seperjalanan juga. Apalagi kalau naik pesawat, belum apa-apa sudah mabuk (muntah) duluan. Wah…sangat memalukan pastinya kan, dan tidak nyaman bagi diri sendiri dan teman seperjalanan.

Dilansir dari alodokter.com, mabuk perjalanan adalah gejala pusing dan mual ketika seseorang berada di dalam kendaraan yang bergerak. Kondisi ini terjadi akibat otak tidak mampu memproses sinyal gerakan yang dikirim oleh mata, telinga, dan tubuh saat bepergian.

APA PENYEBAB MABUK PERJALANAN?

Ada beberapa penyebab mabuk di perjalanan. Hal-hal dibawah inilah yang dapat menimbulkan rasa mual, pusing, atau muntah dan disebut sebagai mabuk perjalanan.

KONDISI PERUT

Kondisi perut merupakan faktor yang dapat memicu mabuk di perjalanan. Perut yang kosong (belum terisi makanan), akan memicu rasa mual. Sedangkan perut yang terlalu kenyang juga dapat menyebabkan muntah di perjalanan. Karenanya sebelum bepergian sebaiknya mengisi perut (makan secukupnya), untuk menghindari mabuk di perjalanan.

TERLALU LELAH DAN KURANG TIDUR

Sebaiknya tidur yang cukup dan beristirahat bila esok hendak melakukan perjalanan. Kurang tidur juga merupakan salah satu penyebab mabuk darat. Pengalaman saya selama ini, bila esok hendak bepergian akan berusaha tidur cukup pada malam sebelum pergi. Tetapi jika malam sebelumnya kurang tidur, saya pastikan akan mabuk darat disertai pusing dan mual karena mengantuk dan badan terasa lemas. Jadi usahakan tidur selama 6-8 jam dan hindari begadang.

CEMAS/TAKUT PERJALANAN

Ini adalah faktor psikologis bagi sebagian orang yang hendak melakukan perjalanan jauh. Kadang-kadang saya juga merasakan hal ini bila akan melakukan perjalanan, misalnya yang memerlukan waktu lebih dari 4 jam. Rasanya sudah ragu-ragu di awal membayangkan perjalanan yang panjang dan memicu mabuk darat. Tetapi seiring berjalannya waktu, hal ini bisa saya minimalkan dengan cara menyemangati diri sendiri. Ya, saya tanamkan dalam pikiran saya bahwa perjalanan besok adalah sesuatu yang menyenangkan, piknik bersama keluarga dan refresh sejenak dari semua rutinitas harian kami.

FAKTOR USIA

Anak-anak usia 2-12 tahun lebih rentan terhadap mabuk perjalanan, dan lansia juga rentan mabuk perjalanan. Lansia seperti saya biasanya lebih mudah lelah, pusing dan mual bila melakukan perjalanan darat lebih dari 4 jam.

GERAKAN BERULANG

Saat berada di dalam kendaraan, melihat pohon yang seolah-olah bergerak juga menyebabkan saya mabuk darat, demikian juga bila melewati jalan yang berkelok-kelok dan bergelombang (atau lebih sensitif terhadap gerakan). Bila sedang naik kapal, kondisi ombak bergelombang juga bisa menyebabkan mabuk perjalanan (laut). Demikian juga bila naik pesawat, kondisi turbulensi di pesawat menyebabkan mabuk perjalanan (udara).

PENYAKIT TERTENTU

Sebagian orang dengan penyakit tertentu yang melakukan perjalanan biasanya mengalami mabuk. Penyakit-penyakit tersebut misalnya yang berhubungan dengan migrain, vertigo maupun parkinson.

BAU MENYENGAT

Bau menyengat dapat memperparah mabuk perjalanan. Saya sangat tidak tahan bau bensin, karenanya untuk antisipasi mabuk perjalanan biasanya suami mengisi BBM sebelum berangkat perjalanan, tentunya tanpa saya ada di mobil tersebut ya. Selain itu bau parfum yang kuat, bau makanan yang keras dan bau rokok juga dapat menyebabkan mabuk perjalanan.

GEJALA MABUK PERJALANAN

Pengalaman saya saat mabuk perjalanan akan saya ceritakan disini. Pada awal perjalanan awalnya saya kadang tidak merasakan gejala apapun, mungkin sedikit pusing yang saya anggap hal biasa. Tetapi semakin lama gejala awal mabuk mulai saya rasakan, bila jalanan mulai berkelok-kelok dan terkontaminasi bau asap dan lainnya.

Gejala mabuk perjalanan yang saya rasakan adalah mula-mula pusing (kadang-kadang migrain/pusing sebelah kiri), disusul kemudian mulai mual dan berkeringat dingin, bahkan kemudian muntah-muntah.

Pada sebagian orang disertai dengan gejala kulit pucat, sulit berkonsentrasi, napas terengah-engah, gelisah dan produksi air liur meningkat yang memicu mual dan muntah.

Tentu hal ini sangat tidak nyaman bagi saya sendiri maupun orang-orang seperjalanan saya. Mereka akan merasa terganggu dengan kondisi yang terjadi pada diri saya.

BAGAIMANA MENGATASI MABUK DI PERJALANAN?

Nah, berdasarkan pengalaman saya yang sering mabuk di perjalanan dan dari beberapa referensi yang saya baca, di bawah ini ada beberapa cara untuk mengatasi agar tidak mabuk di perjalanan. Simak ulasannya di bawah ini.

ISTIRAHAT CUKUP MALAM SEBELUMNYA

Sebelum memulai perjalanan, pastikan bahwa malam sebaiknya tidur yang cukup minimal 6-8 jam, hindari begadang. Hal ini untuk menghindarkan tubuh lemas, mengantuk dan pusing selama perjalanan. Bila tidur mencukupi, badan terasa lebih fresh selama perjalanan dan terhindar dari mabuk perjalanan.

MAKAN SECUKUPNYA

Sebelum melakukan perjalanan, hindari makan dalam porsi besar. Makanlah secukupnya yang ringan-ringan misalnya roti, biskuit atau pisang sehingga perut terasa ringan dan tidak begah (penuh). Hindari makanan berlemak, pedas atau terlalu asam sehingga membuat perut tidak nyaman.

KONSUMSI CAMILAN RINGAN

Bekal di perjalanan
buah-sebagai--bekal-di-perjalanan
(Gambar: pinterest)

Selama perjalanan sebaiknya hindari makan besar. Bawalah bekal berupa camilan atau snack-snack ringan (misalnya biskuit, permen jahe, permen mint) untuk mencegah mabuk (mual) di perjalanan. Ada baiknya juga minum wedang jahe yang hangat pada awal keberangkatan. Jahe adalah obat alami untuk mengatasi mual.

MINUM OBAT ANTI MUAL

Saya yang langganan mabuk di perjalanan, satu jam sebelum keberangkatan selalu minum obat anti mual. Obat anti mual yang saya minum bukan A****o seperti yang diiklan-iklan tetapi D**m***n karena menurut saya lebih ringan dan tidak menyebabkan mengantuk. Tetapi saya minum obat anti mual hanya bila perjalanan lebih dari 4 jam (darat) dan bila naik pesawat saja. Seiring berjalannya waktu saya mulai membiasakan diri untuk tidak terlalu bergantung pada obat anti mual di setiap perjalanan.

MENGHIRUP AROMA BAHAN ALAMI

Permen jahe
permen-jahe-mengatasi-mual
(Gambar: pinterest)

Sebelum berangkat jangan lupa bawalah aromatherapy yang menyegarkan misalnya yang berasal dari bahan-bahan alami seperti daun mint, jahe, jeruk atau lavender. Untuk berjaga-jaga ada baiknya membawa minyak kayu putih.

JANGAN MEMBACA BUKU ATAU BERMAIN HP

Saat kendaraan sedang berjalan, hindari membuka HP, laptop maupun membaca buku. Hal ini akan menyebabkan mata tidak fokus dan menimbulkan rasa pusing, dan akhirnya mual hingga muntah di perjalanan. Sebaiknya selama mobil berjalan, pandanglah ke depan atau horizon. Ini akan membantu menyelaraskan sinyal antara mata dan telinga.

ATUR NAPAS PERLAHAN

Bila mual tiba-tiba datang. aturlah napas perlahan.Tarik napas dalam lewat hidung dan hembuskan perlahan lewat mulut. Hal ini akan membantu menenangkan tubuh dan mengatasi rasa mual. Selain itu saat gejala datang, pejamkan mata hingga keluhan mereda.

JAGA SUHU TUBUH

Bila di dalam kendaraan atau kereta terasa dingin karena AC, jaga agar suhu tubuh tetap hangat. Sebaiknya kenakan jaket atau baju yang hangat supaya tidak kedinginan.

POSISI DUDUK YANG TEPAT

Saya biasa memilih posisi duduk di depan atau di tengah saat dalam perjalanan, atau bisa juga duduk di dekat jendela untuk menghindari rasa pusing dan mual. Hindari duduk di belakang, karena goncangan akan lebih terasa (dekat roda kendaraan). Bila di pesawat sebaiknya duduk di dekat sayap pesawat, bila di kapal laut duduklah di tengah.

PENUTUP

Jadi sebaiknya sebelum bepergian, beristirahat dan tidurlah yang cukup agar badan lebih fresh melakukan perjalanan jauh. Selain itu juga ambil posisi duduk yang stabil, tenangkan diri, bawa obat-obatan pribadi (obat mual atau obat lain yang diperlukan), bawa makanan ringan dan makan secukupnya sebelum berangkat.
Nah, teman-teman itulah ulasan saya tentang mabuk di perjalanan. Semoga bermanfaat.

Referensi:
https://www.alodokter.com/mabuk-perjalanan
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar