wahyusuwarsi.com

PURA ULUN DANU BERATAN BALI, SITUS RELIGI YANG MEMESONA



Liburan sekolah tahun 2023  bulan Juli, kami sekeluarga ingin liburan ke Bali. Namun liburan kali ini kami putuskan merupakan liburan dengan paket hemat. Kami sekeluarga ke Bali hanya 2 hari 1 malam saja. Mengingat budget yang minim, tetapi yang penting kami bisa quality time dengan formasi lengkap.

Kebetulan liburan ini sudah kami rencanakan 3 bulan sebelumnya, setelah mencocokkan jadwal cuti anak sulung dan suami, juga jadwal liburan kuliah si bungsu. Jadilah si sulung hunting tiket pesawat online. Alhamdulillah kami mendapat tiket pesawat murah dan lagi diskon. Ya namanya juga paket hemat, saat itu kami berempat mendapat tiket pesawat Lion Air kelas ekonomi. Di Bali nanti, untuk transportasi kami menyewa mobil selama 2 hari beserta driver yang sekaligus menjadi guide. Lebih murah dan hemat.

Jum’at malam tanggal 8 Juli 2023 kami menginap semalam di Solo, di hotel Grand Sae. Jadwal keberangkatan ke Bali dari Solo, Bandara Adi Sumarmo tanggal 9 Juli 2023 pukul 8.10.
 
Saat itu kami pertama kalinya naik pesawat dari bandara Adi Sumarmo yang ternyata fasilitasnya sudah bagus. Tentu saja karena bandara ini adalah bandara internasional. Menjelang keberangkatan, saya siapkan obat anti mual agar tidak mabuk. Saya sendiri juga tidak tahu kenapa setiap perjalanan ke luar kota selalu mabuk, ditambah lagi perjalanan naik pesawat yang selalu membuat saya nervous… dasar orang udik hehehe.

Di atas pesawat pun saya berusaha menikmati perjalanan dengan memotret awan dan ngobrol dengan si sulung yang duduk di sebelah saya. Untuk anak-anak kami, perjalanan naik pesawat ini adalah pengalaman pertama buat mereka. Mereka enjoy dan happy saja, namun saya yang sepanjang perjalanan rasanya nggak tenang dan ingin segera mendarat. Begitupun saat mau landing, ada rasa khawatir bila pilot tak bisa tepat mendarat di landasan. Maklum, bandara Ngurah Rai kan letaknya di pinggir laut. Tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar, pesawat sampai di tempat tujuan dengan selamat.

PERJALANAN MENUJU PURA ULUN DANU

Sesampai di Bandara kami dijemput driver merangkap guide dari mobil sewaan, yaitu pak Made. Beliau orangnya humble dan ramah. Pak Made ini sudah biasa mengantar turis mancanegara yang wisata ke Bali. Tujuan pertama kami adalah Tanah Lot (nanti akan saya review di artikel tersendiri). Namun di artikel ini saya akan mereview wisata Pura Ulun Danu Beratan di Bedugul.

Perjalanan ke Bedugul terasa lama, karena saat liburan seperti ini jalan-jalan di Bali padat merayap dan macet. Dari Tanah Lot memakan waktu hampir 2 jam ke Bedugul. Tak terasa dalam perjalanan itu saya tertidur di mobil. Merasakan bermain watersport dan speedboat mengelilingi danau Beratan. Tiba-tiba saya didatangi seorang wanita cantik bagaikan dewi dari kahyangan. Beliau menyapa saya dengan ramah dan mempersilahkan saya menikmati keindahan alam di Pura Ulun Danu dan Danau Beratan ini. Tiba-tiba terasa ada tangan yang menggoyang-goyang tubuh saya sambil memberi tahu kalau kami sudah sampai di tujuan. “Bu, sudah sampai,” kata anak sulung saya. Rupanya saya bermimpi ketemu dewi cantik di Danau Beratan. Dewi yang menjaga kesuburan dan keindahan, yang bersemayam di dasar danau.

 
Wisata Pura Ulun Danu
Wisata-Ulun-Danu-Beratan
(Foto: koleksi pribadi)


LOKASI PURA ULUN DANU BERATAN


Daerah Bedugul merupakan dataran tinggi dengan ketinggian 1.250 meter dari permukaan laut. Merupakan kawasan dataran tinggi di sisi paling utara dari kabupaten Tabanan, dan merupakan pusat pariwisata di Bali. Karena itulah udaranya sejuk dan dingin. Jarak dari bandara sekitar 70 kilometer, sedangkan jarak dari pusat kota Denpasar adalah 50 kilometer.

Pura Ulun Danu Beratan terletak di jalan utama Bedugul Singaraja, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Kabupaten Tabanan terkenal sejuk udaranya, areal persawahan berundak dan terdapat 3 danau besar yaitu Beratan, Buyan dan Tamblingan. Pura Ulun Danu Beratan berada di sisi barat danau Bedugul. Masing-masing danau tersebut mempunyai pura khusus.

SEJARAH PURA ULUN DANU

Ulun Danu berasal dari kata Ulun dan Danu. Ulun artinya tepi dan Danu artinya Danau. Jadi Pura Ulun Danu adalah pura yang letaknya di tepi danau. Sejarah Pura Ulun Danu tercantum dalam Lontar Babad Mengwi, didirikan oleh I Gusti Agung Putu pada tahun 1634 Masehi atau tahun Saka 1556. Pura ini sebagai tempat pemujaan Sang Hyang Widhi Wasa dan dewa-dewa pemelihara suatu danau. Juga berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewi yang bersemayam di Danau Beratan yaitu Dewi Laksmi sebagai Dewi Kesuburan dan Keindahan. Pura ini juga merupakan salah satu pura terbesar.

Pura Ulun Danu berfungsi sebagai tempat pemujaan dan terdapat beberapa bangunan pemujaan/pelinggih.

Ada 2 bangunan suci yaitu:
  • Pura Tengahing Segara, bertingkat 11 yang merupakan istana Dewa Wisnu dan Dewi Danu.
  • Pura Lingga Petak yang bertingkat 3, terletak di bagian timur. Di dalamnya terdapat sumur keramat yang menyimpan Tirta Ulun Danu, juga terdapat lingga berwarna putih diapit batu merah dan hitam. Merupakan sumber utama air dan kesuburan Danau Beratan.
Kedua bangunan ini posisinya menjorok ke tengah danau. Pelinggih Tumpang Solas menghadap ke arah selatan. Pelinggih Meru Tumpang memiliki 4 pintu yang menghadap 4 arah mata angin.



Pura ulun danu
Pura-Ulun-Danu
(Foto: koleksi pribadi)

 

Pura Ulun Danu terdiri dari 4 komplek pura dan 1 stupa yaitu:

1. Pura Lingga Petan: pelinggih (pemujaan) Dewa Siwa.

2. Pura Penataran Puncak Mangu: pelinggih Dewa Wisnu.

3. Pura Terate Bang: pelinggih Dewa Brahma.

4. Pura dalem Purwa: pelinggih Dewa Danu, Dewi Air, sungai dan danau, dikenal sebagai Dewa Kesuburan.

5. Stuppa Buddha: sebagai makna keselarasan dan harmoni beragama.



Arca Stupa Budha
Stuppa-Buddha
(Foto: koleksi pribadi)

 

LEGENDA DANU BERATAN

Danau Beratan adalah salah satu danau untuk irigasi (subak). Dikenal sebagai danau “Gunung Suci.”

Danau Beratan dipelihara oleh 4 desa satakan (gebug satak) dari desa-desa seputar area danau:

  •  Satakan Candi Kuning mewilayahi 5 bendesa adat.
  •  Satakan Bangah mewilayahi 3 bendesa adat.
  • Satakan Antapan mewilayahi 4 bendesa adat.
  •  Satakan Baturiti mewilayahi 6 bendesa adat.
Dari relief di dinding taman Pura Ulun Danu, dapat diketahui Legenda Danu Beratan. Di sana dituliskan secara jelas dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tentang legenda Danu Beratan.

Diceritakan pada jaman dulu ada sekelompok orang yang menemukan lahan yang sangat luas. Lahan itu sangat subur karena merupakan bekas letusan gunung, dan akhirnya mereka menetap disana. Pada musim hujan mereka mulai bercocok tanam padi dan palawija di lahan tersebut. Beberapa bulan kemudian tanaman mereka tumbuh subur dan mereka mulai panen. Karena ladang yang luas, mereka panen secara gotong royong. Para ibu memanen padi, sedangkan bapak-bapak mengangkut hasil panen ke lumbung.

Keajaiban terjadi, mereka memanen padi bersama-sama dari selatan ke utara. Setelah selesai panen di utara, padi di sebelah selatan tumbuh dengan cepat dan siap dipanen. Hasil panen sangat melimpah tapi mereka kewalahan dan kelelahan. Karena kelelahan, mereka beristirahat dan bercanda bahwa Tuhan sedang mempermainkan mereka. Orang-orang ini mempunyai kebiasaan menancapkan gelanggang ke tanah.

Namun gelanggang padi yang mereka tancapkan ke tanah tepat mengenai pembuluh air di dalam tanah. Semakin hari air yang muncul dari dalam tanah semakin membesar. Akhirnya airpun menenggelamkan seluruh padi mereka. Lahan merekapun menjadi sebuah danau yang besar. Mereka harus berpindah-pindah mencari lahan yang baru.

Bertahun-tahun kemudian di masa kerajaan di Bali ada seorang raja yang bersemedi di pegunungan di atas danau, yang dikenal dengan nama Gunung Mangu. Dalam meditasi itu, raja melihat cahaya kuning keemasan di pinggir danau. Dari peristiwa itu  sang raja memerintahkan mahapatih dan rakyat untuk membangun sebuah pura di pinggir danau sebagai ucapan rasa syukur pada Tuhan. Pura tersebut sampai saat ini dikenal sebagai Pura Ulun Danu Beratan tempat pemujaan Dewi Danu sebagai Dewi Kemakmurn dan kesuburan.

Bambu kuning keramat yang tumbuh di sebelah selatan pura dipercaya tumbuh dari gelanggang padi yang ditancapkan orang-orang tersebut. Saat ini pohon bambu kuning tersebut masih ada di sebelah selatan pura dan dikelilingi arca naga. Naga tersebut dipercaya sebagai penjaga keseimbangan alam di Danau Beratan. Kepala naga ada di sebelah selatan dan ekor naga ada di sebelah utara.



Legenda Danu Beratan
Legenda-Danu-Beratan
(Foto: koleksi pribadi)

 

HARGA TIKET DAN FASILITAS PURA ULUN DANU

Siang itu saat saya datang ke lokasi wisata ini tampak sangat ramai wisatawan, maklumlah karena saat itu sedang liburan anak-anak sekolah. Dari tempat parkir kami langsung menuju ke loket, dan memesan tiket masuk. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik adalah 30K per orang, untuk wisatawan mancanegara 70K per orang dan parkir mobil 10K. Lokasi wisata ini buka dari Senin-Minggu, mulai pukul 07.00-19.00.

Fasilitas yang ada:

  •  Area parkir
  • Toilet
  • Area bermain anak
  • Tempat duduk sekitar taman
  • Toko oleh-oleh di dekat area parker
  • Watersport, yaitu memancing, mendayung kayak, speedboat, berlayar dengan perahu angsa. Danau ini mempunyai kedalaman 23 meter, karena itu jika ingin melakukan watersport hendaklah berhati-hati.


EKSPLORE PURA ULUN DANU

Dari loket kami menuju pintu masuk. Setelah tiket discan barulah kami diijinkan masuk area wisata. Di dekat pintu masuk terdapat beberapa bangunan bernuansa Bali dan terdapat pura. Kami menyempatkan foto-foto sejenak di pura tersebut, dibantu oleh pak Made. Di depan pintu gerbang (pura) menuju lokasi terdapat Stuppa Buddha sebagai makna keselarasan dan harmoni beragama. Pura Ulun Danu adalah pura untuk umat beragama Hindu, sedangkan stupa yang ada di halaman depan ini adalah untuk yang beragama Budha.

Beberapa sudut tampak adanya beberapa kursi-kursi taman sebagai tempat beristirahat bila wisatawan lelah berjalan memutari area danau. Juga tampak beberapa area bermain untuk anak-anak.

Masuk ke area Pura Ulun Danu, di sebelah kiri tampak taman yang ditata dengan rapi  dan cantik. Ada beberapa pohon tinggi, tapi saya kurang tahu nama dan jenisnya, juga ada beberapa taman bunga yang diatur dengan rapi. Nah, di belakang taman itulah terdapat relief dan tulisan tentang Legenda Danu Beratan atau kisah terbentuknya danau Beratan ini.



Taman bunga
Taman-bunga-yang-indah
(Foto: koleksi pribadi)

 

Di sebelah kanan (selatan pura) terdapat pohon bambu kuning yang rindang. Dikelilingi pagar tembok dengan arca ular naga di atasnya, berwarna biru. Cantik sekali warnanya kontras dengan warna pohon bambu kuning, di dalamnya terdapat pura kecil untuk pemujaan. Naga ini dipercaya tinggal di dalam danau, untuk menjaga keseimbangan alam. Kepala naga ada di sebelah selatan sedangkan ekornya terletak di sebelah utara.



Pohon bambu kuning
Pohon-bambu-kuning
(Foto: koleksi pribadi)

 

Di tengah-tengah danau tampak pura Ulun Danu berdiri dengan indah, bangunan khas arsitek bergaya Bali. Pura terdiri dari 2 bagian yaitu Tengahing Segara yang merupakan pura bertingkat 11 dan Lingga Petak yang merupakan pura bertingkat 3.

Wah, Masya Allah sungguh indah viewnya. Danau Beratan yang biru airnya, dikelilingi oleh perbukitan, di tengah-tengahnya terdapat pura. Di pinggir-pinggir danau ditanamai bunga-bungaan berwana merah dan kuning. Kalau saya menyebutnya bunga kana.

Di sekitar danau juga terdapat beberapa pura untuk pemujaan, sekitarnya terdapat beberapa spot foto yang cantik, terdapat tanah lapang dengan rumput hijau yang cukup luas, terdapat beberapa resto yang menjual aneka masakan khas Bali. Jadi kalau kita wisata ke Pura Ulun Danu nggak usah takut kelaparan yaa temans, karena di sini banyak kulineran yang enak pastinya.

Mendekati pintu keluar area pura, banyak penjual oleh-oleh, sovenir dan makanan khas Bali. Tempatnya pun diatur rapi di ruko-ruko sepanjang pintu keluar.



Toko oleh-oleh
Toko-sovenir-dan-oleh-oleh
(Foto: koleksi pribadi)

 

Puas banget rasanya hampir 2 jam eksplore di Pura Ulun Danu Beratan ini. Foto-foto dan video tentunya tidak kami lewatkan begitu saja. Selain itu bisa juga belajar sejarah dan budaya Bali dari tempat wisata ini.

Wah, tanpa terasa kok tiba-tiba udah sore ya. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Saatnya untuk balik ke hotel dan mandi dulu. Nanti malam lanjut lagi keliling kota Denpasar.

Berikut video dan foto hasil rekaman saya berwisata ke Pura Ulun Danu:





Gimana temans, itu review saya tentang Pura Ulun Danu Beratan Bali. Insya Allah saya akan review tempat wisata yang lain (yang saya kunjungi selama di Bali). Tentunya di postingan artikel yang selanjutnya. Semoga bermanfaat.


Sumber:

befreetour.com/ulun danu temple
kompas.com
indonesiakaya.com

 

 



16 komentar

  1. Baru tahu Pura Ulun Danu, pernahnya ke Pura Uluwatu. Bisa jadi next destinasi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya uluwatu juga bagus mbak. Ada pantainya tapi letaknya lebih tinggi dari pantai.

      Hapus
  2. Ciri khas pulau bali memang banyak pura nya ya mbak. Kayaknya pura ini ikonik Bali yg sering muncul di tipi tipi ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kata pemandu wisataku kemarin, katanya setiap rumah di Bali wajib punya 1 pura untuk pemujaan.

      Hapus
  3. Duh lama banget punya keinginan piknik sekeluarga ke Bali bu, belum keturutan. Boleh spill itu paket hemat berapa orang dan habis brp Bu? Sama apakah travel sendiri atau pakai jasa?

    BalasHapus
  4. Kemarin itu saya 4 orang mbak, ngg pake travel. Sewa mobil plus driver aja di Balinya.

    BalasHapus
  5. Wah, jadi wishlist kalau ke Bali sih ini.. Cakep bgt tempatnya kak😊

    BalasHapus
  6. Ya Allah aku pas main ke pura ulun danu foto2 aja,sampai g tau sejarahnya. Karena baca artikel ini jadictau legenda,sejarahnya juga,terimakasih

    BalasHapus
  7. Wah menarik sekali, udah lama juga mikir pengen ke bali :D boleh d spill bu budgetnya berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kira-kira 15 jt mbak, untuk 4 orang. Paket hemat selama 2 hari.

      Hapus
  8. Tempat nya bagus sekali ya.. segar

    BalasHapus
  9. baru sekali ke bali dan belum ke sini

    BalasHapus
  10. Masya allah... Lengkap sekaliii.. Makasiih Mbaak..

    BalasHapus