wahyusuwarsi.com

MENULIS NOVEL SEJARAH BERSAMA IKSAKA BANU

Menulis novel sejarah

Sore itu di ruang Creative Space Gramedia Jalma tak seperti biasanya. Banyak anak muda dan bahkan ibu-ibu dari beberapa komunitas, duduk menanti seorang penulis yang dihadirkan sebagai narasumber dalam event menulis novel sejarah. Saya pun berkesempatan hadir disana mengikuti Kelas Menulis Novel Sejarah bersama pak Iksaka Banu.


Iksaka Banu adalah seorang sastrawan Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya. Karya-karyanya antara lain Teh dan Pengkhianat, Semua Untuk Hindia, Rasina, Sang Raja, Pangeran Dari Timur. Mendapat penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa melalui karyanya Semua Untuk Hindia pada tahun 2014.

Dalam kesempatan ini beliau memaparkan tentang Sejarah dan Fiksi Sejarah. Berikut ini adalah ringkasan yang bisa saya catat (mohon maaf bila terdapat informasi yang kurang lengkap).

FIKSI SEJARAH DAN SEJARAH

Besama Iksaka Banu
foto-bersama-iksaka-banu
(Gambar: koleksi pribadi)

Apa perbedaan antara fiksi sejarah dan sejarah?

Fiksi Sejarah adalah cerita fiktif yang meminjam peristiwa sejarah sebagai latar, jagat, universe, atau tempat hidup tokoh-tokoh yang ada didalam cerita itu. Dan mengambil potongan sejarah yang terjadi pada 20 hingga 2000 tahun yang lalu. Dalam fiksi sejarah penulisan secara subyektif, merupakan pembingkaian opini penulis dan ada emosi.

Sejarah adalah mengumpulkan data dari masa lalu yang terserak, hilang maupun dihilangkan, lalu mengembalikan konteks dari setiap peristiwa, sehingga pembaca masa kini bisa membaca kembali urutan peristiwa secara lengkap dari beberapa kejadian di masa lalu. Penulisan sejarah secara faktual, kering, dingin, netral, tidak ada emosi dan obyektif.

TIGA (3) SUB GENRE FIKSI SEJARAH

Dramatisasi Biografi: tempat, tokoh, peristiwa nyata, ada dramatisasi dialog serta narasi.

Sejarah alternatif (Dekonstruksi/Spekulatif): kejadian dan tokoh-tokohnya nyata, interaksi tokoh-tokoh dan endingnya tidak seperti sejarah yang kita kenal selama ini.

Infiltrasi tokoh fiktif ke dalam panggung sejarah: peristiwa dan tokoh-tokohnya sesuai buku sejarah, tokoh dan peristiwa sejarah hanya hadir sebagai latar sejarah, cerita utamanya terpusat pada tokoh-tokoh fiktif yang kita sisipkan dalam peristiwa bersejarah itu, namun kehadiran mereka tidak mengubah sejarah.

Contoh bukunya adalah: Benhur, Laut Bercerita, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

HISTORICAL ROMANCE

Tokoh sejarah dan peristiwa bersejarah hanya menjadi latar sejarah. Cerita utamanya lebih terpusat pada kisah asmara tokoh-tokoh fiktif yang disisipkan dalam latar sejarah, namun kehadiran mereka tidak mengubah sejarah.

HISTORICAL FANTASY

Tokoh sejarah dan peristiwa sejarah hanya menjadi latar sejarah. Cerita utamanya lebih terpusat pada tokoh-tokoh fiktif, dan melibatkan makhluk fantasi (naga, jin, dewa).

Sejarah lebih banyak TELLING:
  • menerangkan dengan rinci silsilah seorang tokoh, asal usulnya, tempat kelahirannya dll.
  • urutan tanggal, bulan dan tahun disebutkan dengan jelas dan runut.
  • menunjukkan dengan jelas motif yang melatari tindakan mereka.
Fiksi Sejarah lebih banyak SHOWING:
  • dalam narasi atau dialog, tahun kejadian ditunjukkan secara samar.
  • menunjukkan tahun kejadian penting dalam sejarah dengan menyalin 100% berita dari surat, koran atau siaran radio.
  • memperkenalkan seorang tokoh sejarah secara langsung.

MENULIS FIKSI SEJARAH

Struktur fiksi sejarah:
  1. Gagasan
  2. Sinopsis
  3. Tokoh-tokoh karakter
  4. POV
  5. Plot
  6. Timeline
  7. Riset

SINOPSIS

Sinopsis adalah garis besar cerita (outline), dari mulai awal cerita, tokohnya, karakter, lokasi, linimasa, konflik, klimaks hingga ending, ditulis dalam bentuk pointers, kronologis urut dari awal hingga akhir.
Fungsi sinopsis adalah sebagai pedoman agar tidak tersesat atau mengalami writer's block.

TOKOH

Tokoh adalah wujud, sosok, profil kasat mata, yang identik dengan data statistik dan profesi yang melekat padanya (nama, bentuk wajah, tinggi badan, warna rambut, busana yang dipakai), contohnya dokter, insinyur dll.

KARAKTER

Karakter adalah sifat, tingkah laku maupun hal-hal psikologis lain yang kita sematkan di dalam tokoh ciptaan kita.

FUNGSI TOKOH DAN KARAKTER

Sebagai penyampai cerita melalui percakapan, perbedaan tingkah laku maupun sudut pandang mereka sehingga sebuah cerita dapat disimak oleh pembacanya. Mereka akan berinteraksi satu sama lain sesuai perbedaan karakter.

Sebagai pembeda sosok: dalam setiap cerita masing-masing tokoh memerlukan nama panggilan, ciri fisik, kebiasaan, sifat dan tingkah laku sehingga mereka akan melakukan aksi reaksi dengan tokoh lainnya yang memiliki sifat dan fisik yang berbeda.

MENCIPTAKAN TOKOH DAN KARAKTER

Bagaimana menciptakan tokoh dan karakter? Kita dapat memanfaatkan pengamatan di sekitar kita, misalnya saat bepergian naik kendaraan umum, ke pasar, ke mal dll. Ditempat-tempat itu akan dijumpai banyak wajah dan karakter unik yang dapat diceritakan kembali dengan sangat detail ke dalam cerpen kita.

NOVEL SANG RAJA

Pak Iksaka Banu menjelaskan pembuatan novel Sang Raja yang memerlukan waktu yang lama. Beliau mengumpulkan data-data dan riset untuk tokoh dalam cerita tersebut (Nitisemito). Mulai dari riset keluarga, rumah (tempat tinggal), rokok kretek dan pembuatan timeline dari tahun 1874 hingga 1953.

Sumber: Kelas Menulis Novel Sejarah bersama Iksaka Banu.
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar