Saat umur saya 56 tahun dan sudah banyak waktu luang, saya mulai belajar menulis dan membuat blog. Pada awalnya mengikuti kelas membuat blog online, saat itu masih covid. Ya, mula-mula blog gratisan di blogspot dan mulai belajar menulis dengan mengikuti kelas-kelas menulis online. Alasan terkuat saya mulai menulis adalah agar tidak cepat pikun di usia menjelang lansia. Tak terasa sudah hampir 6 tahun saya ada di dunia menulis. Dan kini sudah mempunyai blog TLD (Top Level Domain) atau berdomain.
Tentunya saya berusaha belajar dan mengasah kemampuan di bidang menulis, baik itu menulis artikel di blog atau mulai belajar menulis cerpen kisah inspiratif. Selain itu saya mulai bergabung di beberapa komunitas menulis dan komunitas blogger. Dari sana saya mulai banyak belajar dan mendapat ilmu dari teman-teman yang lebih berpengalaman sebagai penulis.
Saat ini saya juga mengikuti sebuah komunitas membaca (klub baca) di kota tempat tinggal saya. Dengan mengikuti komunitas ini saya dituntut untuk membaca buku minimal dua atau tiga buku dalam sebulan (ini target saya pribadi). Menulis dan membaca punya kaitan yang erat. Membaca dapat memperkaya wawasan dan diksi sehingga mempermudah saya dalam merangkai kata menjadi sebuah artikel.
Lalu sebenarnya apa saja manfaat membaca dan menulis, dan apa hubungannya agar tidak cepat pikun?
MANFAAT MEMBACA DAN MENULIS BAGI LANSIA
Kadang ada orang yang bertanya-tanya, buat apa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca sebuah buku atau menulis? Bukannya lebih baik mengerjakan pekerjaan lain? Mungkin kalimat-kalimat itu diucapkan orang-orang yang kurang suka membaca atau menulis. Tetapi bagi saya membaca dan menulis saat ini wajib harus dilakukan. Saya berusaha meluangkan waktu paling tidak satu jam untuk membaca dan satu jam untuk menulis setiap harinya. Karena saya tidak mau cepat pikun (pelupa) dan untuk memaksimalkan kerja otak. Ya, di usia yang sudah tidak muda lagi, kini cenderung mudah lupa sesuatu. Lupa meletakkan barang, lupa jadwal, lupa melakukan sesuatu hal adalah sesuatu yang wajar di usia lansia. Tetapi hal-hal kelupaan tersebut dapat dicegah dengan merangsang kerja otak yaitu belajar mengingat dengan membaca dan menulis secara rutin, sehingga mengurangi risiko penurunan kognitif (pikun).Membaca buku akan melatih daya ingat, buku dengan genre apapun itu baik fiksi atau nonfiksi. Saya suka buku genre historical fiction (fiksi sejarah), sehingga dengan membaca menambah wawasan sejarah. Saya dapat mengingat tokohnya, alur ceritanya dan latar belakang sejarah maupun informasi dalam buku-buku tersebut. Demikian juga bila membaca buku nonfiksi (self improvement, motivasi, agama dan lainnya) pasti banyak tambahan wawasan dan ilmu yang didapat dari buku yang dibaca. Nah, dari hal-hal yang telah dibaca tersebut pasti banyak ide-ide dan tambahan wawasan untuk membuat sebuah artikel. Jadi menulis juga melatih daya ingat dengan cara menuangkan ide dan pendapat yang ada di kepala.
Membaca buku dapat memperkaya wawasan dan diksi, sehingga dalam menulis terhindar dari writer block. Melatih berkonsentrasi dan fokus dalam kegiatan tertentu serta waktu tertentu. Bagi saya membaca membutuhkan ketenangan agar bisa memaknai apa yang terkandung dari buku yang sedang dibaca. Demikian juga dalam menulis, saya membutuhkan ketenangan agar bisa berkonsentrasi menuangkan ide serta pendapat saya.
Dengan membaca meningkatkan seseorang berpikir kritis dalam menganalisa suatu masalah. Demikian juga menulis, melatih menganalisa sebuah ide maupun informasi, dan menuangkan dalam tulisan sehingga pesannya tersampaikan.
Membaca dan menulis akan memaksimalkan kerja otak, baik itu dalam hal memahami suatu informasi maupun memahami bahasa yang tertulis.
Bagi saya membaca juga dapat mengurangi stress atau sebagai self healing. Membaca dan menulis dapat menenangkan pikiran saya. Menulis bagi saya adalah menuangkan semua ide dan pendapat yang ada di kepala menjadi sebuah tulisan (artikel) yang bermanfaat bagi pembaca.
Dengan membaca otomatis otak dipaksa untuk belajar memahami isi bacaan dalam buku tersebut, sehingga mengurangi kepikunan. Demikian juga dengan menulis, menuangkan ide menjadi tulisan yang bermanfaat. Tentunya dengan wawasan yang telah didapat dari berbagai sumber bacaan (melatih otak untuk mengingat dan menganalisa).
BEBERAPA TIPS SEDERHANA MEMBACA DAN MENULIS BAGI LANSIA
Bagi saya meluangkan waktu minimal satu jam untuk sekedar membaca atau menulis adalah rutinitas wajib. Saya percaya dengan melakukan kedua hal itu setiap hari secara konsisten, akan sangat melatih otak bekerja maksimal dan tentunya menghindari agar tidak cepat pikun.Di bawah ini adalah beberapa tips yang saya terapkan agar bisa membaca dan menulis secara konsisten.
- Awalnya terasa sulit untuk menerapkan kebiasaan membaca dan menulis, namun dengan niat yang kuat pasti akan terwujud. Untuk pemula bisa melakukan waktu membaca sekitar 15-30 menit atau targetkan dalam sehari membaca beberapa halaman sesuai kemampuan.. Bisa juga dengan mengikuti challenge membaca untuk pemula (misalnya 5 halaman perhari). Namun bila sudah terbiasa bisa ditingkatkan menjadi 1 jam sehari untuk membaca. Saya biasa membaca sebelum tidur atau di waktu senggang siang hari. Begitupun dengan menulis, saya biasa meluangkan waktu minimal satu jam sehari sesudah menyelesaikan tugas-tugas domestik rumah tangga (sebelum dzuhur, jadi pikiran masih fresh untuk membuat artikel). Kebiasaan ini menjadi suatu rutinitas, yang bila tidak dilakukan akan terasa kurang. Tak harus menulis artikel, menulis jurnal setelah minum kopi atau teh di pagi hari pun tak masalah. Tuliskan apa saja yang ada di kepala, misalnya tentang pengalaman hari ini, ide yang ada di kepala, mereview buku yang dibaca dan masih banyak lagi topik lainnya.
- Membiasakan membawa bacaan, baik itu berupa buku atau ebook di ponsel. Saya selalu membawa buku bacaan di dalam tas untuk berjaga-jaga bila ada waktu senggang menyempatkan membaca (misalnya saat mengantri di bank, atau di rumah sakit). Sebetulnya memang lebih praktis membaca ebook di ponsel, tinggal buka aplikasi dan baca. Tetapi karena alasan mata yang sudah tidak begitu nyaman membaca ebook, maka lebih baik saya membawa buku fisik.
- Menyediakan tempat membaca yang nyaman di rumah, adalah hal yang tidak kalah penting agar kita merasa betah membaca atau menulis. Sediakan tempat dengan cahaya yang cukup untuk membaca dan menulis. Selain itu juga meja yang nyaman bila hendak menulis.
- Memilih genre bacaan yang sesuai dengan minat sehingga tidak ada rasa terpaksa dalam membaca. Saat ini saya lebih memilih genre historical fiction (hisfic) untuk buku-buku yang saya baca.
- Mengurangi waktu membuka sosial media, agar bisa berkonsentrasi membaca maupun menulis. Sebaiknya jangan membuka medsos atau scrolling HP saat sedang membaca atau menulis. Hal ini menyebabkan konsentrasi buyar, terdistraksi dan tidak fokus.


Posting Komentar