wahyusuwarsi.com

LANGIT TETAP SAMA, FILM INKLUSI YANG BISA DINIKMATI SEMUA KALANGAN


Film Langit Tetap Sama

Gala Premier film inklusif berjudul Langit Tetap Sama diselenggarakan di ruang audio visual Perpusda Jawa Tengah pada 6 April 2026 lalu. Film Langit Tetap Sama adalah film inklusi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk penyandang disabilitas tuli dan tunanetra. Yang membuat film ini benar-benar istimewa adalah sutradara dan penulis naskah adalah seorang disabilitas tunanetra, mas Basuki adalah sutradaranya. Sebagian pemainnya juga disabilitas tunanetra dan sebagian lagi non-disabilitas tunanetra.

Mas Basuki adalah founder Komunitas Sahabat Mata yakni lembaga sosial, pendidikan, dan pemberdayaan yang berdiri 1 Mei 2008 di Semarang. Di Sahabat Mata juga menjadi tempat belajar membaca Al Qur’an Braille, belajar komputer, broadcast dan keterampilan lainnya. Bagi beliau, film ini adalah film yang ke-2 yang disutradarai, setelah film pertama berjudul Sundul Langit.

Langit Tetap Sama
mas-basuki-sutradara-langit-tetap-sama
(Gambar: koleksi pribadi)

Dalam sambutannya, sutradara film ini mengatakan bahwa film ini mencoba memberi pemahaman pada masyarakat bahwa film inklusi bukan film yang bercerita tentang disabilitas tetapi film yang dapat dinikmati semua kalangan termasuk penyandang disabilitas tuli dan tunanetra. Dengan menggunakan headset yang disambungkan ke frekuensi radio SAMA FM, mereka dapat menikmati jalan cerita film ini.

Film ini memerlukan waktu satu tahun untuk produksi. Dalam film-film biasa, biasanya naskah film dibuat lebih dulu kemudian baru filmnya shooting. Menurut mas Basuki, dalam film inklusi ini prosedurnya filmnya dibuat lebih dulu, baru kemudian audio deskripsinya dengan meminta bantuan orang lain yang bisa melihat untuk menonton film ini dan menceritakannya.

Langit Tetap Sama menceritakan seorang pemuda tunanetra bernama Amir yang telah lulus kuliah S1 dan melamar pekerjaan, namun selalu gagal karena berulang kali ditolak dan tidak mendapat kesempatan. Amir pun bertekad meneruskan S2 dengan anggapan seandainya menikah dan masih menganggur, tidak memalukan karena masih punya gelar S2. Amir pun mengalami mimpi seolah-olah menjalani wawancara kerja yang HRD nya seekor sapi.

Saat Idul Adha tiba, diadakan pemilihan ketua panitia qurban dengan 2 calon yakni Anto dan Amir. Namun akhirnya Amir kalah suara dibanding Anto yang akhirnya terpilih menjadi ketua panitia. Disinilah Amir hampir merasa putus asa, kenapa dirinya selalu gagal. Diceritakan juga kisah cinta antara Amir dan Kayla yang juga disabilitas tunanetra. Namun Kayla memilih mundur karena takut bila anaknya kelak tidak bisa melihat.

Adegan-adegan yang ditampilkan bukanlah adegan yang membuat rasa iba tetapi menurut saya sebagian adalah adegan-adegan lucu. Seperti misalnya adegan saat mengejar sapi qurban. Para pemain berakting seolah-olah sapi itu benar-benar ada. Dari keterangan sutradara, ternyata adegan tersebut tidak benar-benar ada sapi. Para pemain berimprovisasi memainkan peran masing-masing, seolah-olah sedang mengejar sapi yang lepas (sapi qurban). Demikian juga degan membagikan qurban (yang telah diolah menjadi rendang) diambil setahun yang lalu saat qurban Idul Adha.

Dalam Gala Premier tersebut dihadiri juga oleh para pemain film Langit Tetap Sama. Pemeran Amir, pemeran Kayla yang sedang menempuh pendidikan di UIN, pemeran Anto yang seorang ASN (pengajar mengaji di sekolah umum) dan yang lainnya.
Langit Tetap Sama. Namun cara kita memandangnya itulah yang membedakan.


Sahabat Mata
d.a. Rumah Sahabat
Jl Taman Pinus II Jatisari
Asabri D6 no. 35 Mijen
Semarang

Telp (024) 76673711
WA 085 225 974 981
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar