wahyusuwarsi.com

KEBIASAAN BAIK YANG INGIN DIBANGUN SAAT RAMADHAN

 

Sedekah memberi makan

Tanpa terasa sudah 11 hari ramadhan berjalan. Memasuki hari ke 9 challenge menulis IIDN yang saya ikuti, dengan tema seperti judul di atas. Di bulan ramadhan ini semua umat muslim berlomba berbuat kebaikan,meningkatkan ibadah untuk meraih ridhonya Allah Swt, demikian juga dengan saya.

Target meningkatkan ibadah dan kebiasaan baik ini diharapkan masih berlanjut setelah ramadhan. Nah, sebagai ibu rumah tangga tentu mempunyai banyak keterbatasan waktu dan tenaga, karena terbagi dengan pekerjaan domestik. Pekerjaan domestik yang rasanya tak ada habisnya, apalagi bulan ramadhan ini pastinya aktivitas bertambah. Dari mulai sebelum sahur hingga malam sesudah shalat tarawih (atau sesudahnya).

Namun yang pasti, tentu ada beberapa kebiasaan baik yang ingin dibangun di bulan ramadhan ini, Insya Allah menjadi kebiasaan yang akan terus dilakukan setelah ramadhan berlalu.

Beberapa kebiasaan baik yang ingin terus dilakukan selama dan sesudah ramadhan, akan saya jelaskan di bawah ini. Monggo silahkan dibaca ulasannya.

MELAKSANAKAN SHALAT WAJIB TEPAT WAKTU

Di hari-hari biasa, pernahkah kita menunda-nunda shalat wajib? Pastinya pernah ya. Begitupun dengan saya, kadang-kadang menunda shalat wajib karena berbagai alasan.

Misalnya saat itu sedang masak yang nanggung belum selesai, atau sedang menulis artikel yang hanya kurang beberapa alinea saja, bahkan mungkin saat scrolling hp melihat tayangan yang kurang bermanfaat. Nah, di bulan ramadhan ini saya berusaha tepat waktu menjalankan shalat wajib. Begitu adzan terdengar, ambil air wudhu untuk melaksanakan shalat. Kebiasaan ini harus terus dipertahankan walaupun ramadhan telah berlalu. Sebagai lansia kepala enam, tentunya juga harus menyadari untuk membawa banyak bekal (amal dan ibadah) di akhirat nanti.

KONSISTEN MEMBACA AL QURAN

Jika di hari biasa belum rutin membaca Al Quran, ramadhan ini jadi rajin baca Al Quran. Akan tetapi usahakan kebiasaan ini juga jadi amalan yang harus dilakukan setiap hari, walaupun ramadhan telah berakhir.

Pada hari-hari diluar ramadhan saya mengikuti grup pengajian khotmil qur'an, dimana masing-masing anggota diharuskan setor satu juz yang menjadi gilirannya. Selain itu juga ikut tahsin untuk memperbaiki bacaan Qur’an saya (seminggu dua kali).

Karena terdistraksi dengan pekerjaan domestik atau hal lainnya, jadi kadang-kadang malah skip baca Al Qur’an, dengan kata lain tidak rutin dan konsisten (baca Al Qur’an mandiri/target pribadi selama ramadhan).

Insya Allah walaupun ramadhan telah berakhir, harus berjanji pada diri sendiri berusaha rutin membaca Al Qur’an. Bisa dilakukan dengan cara membaca sebanyak 4 halaman (2 lembar) setiap selesai menunaikan shalat wajib, hingga genap satu bulan sudah bisa khatam. Namun bila belum bisa memenuhi target ini pun juga tak masalah, asalkan setiap hari rutin membaca Al Qur’an walaupun hanya beberapa ayat. Dan akan lebih bagus lagi bila mengerti artinya, serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

SEDEKAH RUTIN

Sedekah rutin bisa dilakukan dengan cara memberi sedekah subuh atau memberi bantuan pada orang yang membutuhkan. Di bulan ramadhan ini bisa dengan cara sedekah memberi takjil bagi orang berpuasa, memberi makan orang yang sedang puasa, mengajak anak yatim piatu berbuka puasa atau bisa juga sedekah dalam bentuk uang, melalui masjid, lembaga resmi yang menyalurkan, atau langsung kepada yang membutuhkan.

Bisa juga dicoba pengalaman saya ini dengan membuat kotak amal di rumah. Nantinya setiap selesai belanja, uang kembalian sisa belanja bisa dimasukkan ke dalam kotak itu. Pada akhir bulan kotak dibuka, dan bisa ditambah jumlahnya untuk langsung disedekahkan kepada yang membutuhkan. Hal ini juga mengajarkan anak-anak untuk berbagi. Berbagi tidak akan membuat kita kekurangan, namun dengan berbagi maka Allah akan memberi pahala yang sesuai dan terbaik untuk kita.

MENGENDALIKAN EMOSI ATAU BERSABAR

Salah satu kebiasaan baik lain selama bulan ramadhan adalah dalam hal mengendalikan emosi atau bersabar. Sadar bahwa sedang berpuasa, maka kita lebih sabar dan dapat mengendalikan emosi, bila ada sesuatu yang kurang berkenan. Sebagai contoh pada ibu rumah tangga yakni, ibu yang masih punya balita harus lebih sabar menghadapi ananda bila suatu saat rewel. Di satu sisi, ibu sedang berpuasa dan tidak boleh emosi. Alangkah baiknya bila kondisi ini terbawa pada kehidupan sehari-hari, tak hanya saat ramadhan saja.

Tak hanya ibu yang punya balita, bahkan saya yang sudah lansia pun kadang-kadang terbawa emosi saat ada sesuatu yang tidak pas dengan pendapat saya. Kondisi ini bisa menjadi pengingat diri sendiri, sebaiknya kendalikan emosi walaupun ramadhan telah berlalu. Biasanya saya akan menarik napas panjang dan dalam untuk meredam emosi, kemudian mengucapkan istighfar. Insya Allah saya berusaha agar kebiasaan baik ini bisa dipertahankan seterusnya.

MEMBIASAKAN SHALAT SUNNAH SECARA RUTIN

Shalat sunnah dapat menyempurnakan ibadah kita, karenanya sangat baik bila dilaksanakan dengan istiqomah, misalnya shalat tahajud, shalat rawatib, shalat dhuha, shalat witir dan lainnya. Terus terang selama ini saya kurang konsisten melaksanakan shalat sunnah malam terutama shalat tahajud. Walaupun memang selama ramadhan selalu rutin melaksanakan shalat tarawih, shalat tahajud dan shalat witir. Janji saya pada diri sendiri setelah ramadhan harus konsisten shalat malam (taubat, hajat dan tahajud), dan berusaha untuk istiqomah.

MENGATUR WAKTU DENGAN LEBIH BAIK

Sebagai ibu rumah tangga tentunya harus pandai mengatur waktu dengan baik, karena tugas yang tidak sedikit. Mulai bangun pagi hingga malam hari, dibebani berbagai tugas domestik yang tak ada habisnya, hingga waktu 24 jam terasa kurang.

Selama bulan ramadhan ini, Alhamdulillah saya mulai bisa mengatur waktu dengan baik. Dimulai dengan mengatur menu sahur dan berbuka, kemudian berbelanja sesuai kebutuhan yang telah direncanakan dan melakukan meal preparation untuk jangka waktu satu minggu.

Nantinya konsep ini akan saya terapkan setelah ramadhan berakhir, untuk kehidupan sehari-hari. Jadi saya bisa mengatur kapan waktunya mengerjakan pekerjaan domestik, kapan waktunya saya ngeblog atau menulis, kapan waktunya membaca buku, dan kapan waktu melayani kebutuhan suami dan anak-anak. Insya Allah semua akan berjalan sesuai target.

BERUSAHA UNTUK LEBIH DEKAT DENGAN KELUARGA

Bulan ramadhan merupakan momen kebersamaan keluarga yang tak terlewatkan. Di keluarga kecil saya, ramadhan ini memupuk kebersamaan antara saya, suami dan anak-anak. Kalau di hari biasa, mereka lebih banyak aktivitas di luar rumah sehingga makan bersama pun sudah jarang dilakukan, begitu pun pergi bersama (suami, saya dan anak-anak). Namun Alhamdulillah di bulan ramadhan ini kami bisa melakukan makan bersama (sahur dan berbuka) setiap hari, dalam satu meja di rumah. Semoga kebersamaan ini bisa terus dilakukan setelah ramadhan dan menjadi kebiasaan yang baik bagi keluarga kami.

MELAKUKAN REFLEKSI DIRI DENGAN JOURNALING

Journaling untuk refleksi diri bisa dilakukan menjelang tidur. Saat itu kita bisa merenung dan menuliskan dalam sebuah buku harian. Tuliskan apa yang mengganjal di hati agar lebih lega. Misalnya tentang apa yang menjadikan saya bersyukur hari ini, target hari ini yang sudah tercapai, apa rencana untuk hari esok, bagaimana dengan ibadah saya hari ini dan seterusnya.

Journaling ini sangat berguna untuk melepaskan apa yang menjadi uneg-uneg di hati, agar lega. Dengan journaling kita bisa refleksi diri dan koreksi diri bila ada sesuatu hal yang kurang menurut kita.

PENUTUP

Itu tadi kebiasaan-kebiasan baik yang ingin dibangun saat ramadhan dan diharapkan bisa berlanjut selamanya. Bagi ibu rumah tangga jangan berkecil hati dengan pekerjaan domestik sehari-hari. Karena pekerjaan domestik yang diniatkan dengan tulus dan ikhlas akan bernilai ibadah untuk meraih ridha Allah Swt. Menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka juga merupakan nilai ibadah yang tak terhingga, dan Insya Allah akan dibalas dengan pahala yang sesuai dari Allah Swt. Semoga bermanfaat.

#Challenge Menulis IIDN
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar