wahyusuwarsi.com

AMALAN KECIL DAN BERPAHALA YANG BIASA DILAKUKAN SAAT RAMADHAN

Ibu sedang berdoa

Tanpa terasa bulan ramadhan ini sudah memasuki hari ke-10. Ramadhan bukan hanya soal menahan haus dan lapar, namun mempunyai makna yang lebih dari itu. Di bulan suci ini ada makna yang lebih dalam antara lain berusaha meningkatkan ibadah untuk mendapat ridha Allah Swt, menjalani semua dengan penuh rasa syukur, sabar, tulus dan ikhlas.

Dalam 30 hari bulan puasa ramadhan, ada 3 fase yang dilalui (dibagi dalam 10 hari), yakni:
  • 10 hari pertama adalah fase rahmat atau kasih sayang.
  • 10 hari kedua adalah fase maghfirah (ampunan).
  • 10 hari fase ketiga adalah fase itqun minannar (pembebasan dari api neraka).

AMALAN-AMALAN KECIL DI BULAN RAMADHAN

Ramadhan menjadi ajakan atau motivasi untuk berbuat baik, beribadah ditingkatkan, bersedekah ditambah, membaca alquran lebih baik lagi dan khatam, memperbanyak shalat sunnah dan banyak amalan-amalan lain yang dijalankan agar meraih ridha-Nya.

Amalan sekecil apapun, di bulan suci ini akan mendapat pahala berlipat ganda. Karenanya manfaatkan sebaik-baiknya, selagi ada kesempatan di bulan ramadhan. Lebih baik melakukan amalan-amalan kecil dengan tulus, ikhlas dan konsisten hingga mendapat ridha-Nya daripada melakukan amalan yang besar namun jarang.
Apa saja amalan kecil yang biasa dilakukan di bulan ramadhan? Simak ulasan di bawah ini.

MENGENDALIKAN EMOSI ATAU MENAHAN RASA MARAH

Ini adalah hal yang paling sulit dilakukan saat bulan puasa. Dalam kondisi haus dan dahaga, badan lemas, lelah pastinya bila ada hal kecil yang tidak pas, akan menyulut emosi atau mudah marah.

Nah, di bulan ramadhan ini sebaiknya berusaha menahan hawa nafsu, yakni mengendalikan emosi atau menahan marah. Menarik napas panjang dan diam sejenak adalah salah satu cara meredam emosi, bila menjumpai sesuatu yang kurang berkenan di hati, kemudian istighfar. Demikian juga bila mungkin menjumpai orang yang julid atau menyakitkan hati kita, lebih bersabar menghadapinya dan lebih baik diam atau menjauh.

MENJAGA SIKAP DAN TUTUR KATA

Menjaga sikap dan tutur kata juga tak kalah penting dalam bergaul, dan utamanya di bulan puasa ini alangkah baiknya bila dapat melakukan hal ini semaksimal mungkin. Menjaga lisan dan sikap adalah salah satu upaya menahan diri dalam berpuasa, termasuk tidak berkata kasar maupun berghibah.

Di dalam keluarga, usahakan untuk tersenyum dan lebih ramah kepada suami dan anak-anak walaupun dalam kondisi lelah. Mengucapkan hal kecil misalnya terima kasih, maaf, tolong dengan nada lembut sehingga suasana rumah terasa lebih hangat dan berkah.

MELURUSKAN NIAT DALAM SETIAP AKTIVITAS

Di bulan ramadhan pastinya aktivitas juga bertambah, misalnya sebagai ibu rumah tangga ada beberapa aktivitas tambahan yang tentunya juga menguras energi dan waktu. Karenanya sebaiknya ibu bisa mengatur waktu dengan baik sehingga semua aktivitas berjalan lancar.

Sebagai ibu rumah tangga tentu harus bangun paling awal menyiapkan sahur dan tidur paling akhir memastikan semua urusan domestik sudah beres. Selain itu juga ada peningkatan aktivitas pengajian, menjalankan shalat sunnah, tadarus maupun lainnya. Melakukan semua itu dengan ikhlas tanpa beban dan meluruskan niat untuk ibadah, akan membuat hati merasa tenang.

MEMPERBANYAK MEMBACA AL QURAN

Kebiasaan membaca Al Quran sangat baik diterapkan setiap hari, tidak hanya saat ramadhan saja. Bulan ramadhan adalah bulan turunnya Al Quran seperti tertulis dalam surat Al Baqarah 185.

Membaca Al Quran menjadikan hati lebih tenang dan damai, satu huruf di Al Quran akan dibalas dengan sepuluh kebaikan, Al Quran akan menjadi penolong bagi orang yang membaca dan mengamalkannya, serta meninggikan derajat seseorang di akhirat sesuai bacaan yang dikuasai dan diamalkannya.

Karena itu sempatkan membaca Al Quran walau hanya sedikit (beberapa ayat saja). Konsisten membaca Al Quran dengan target khatam satu kali selama ramadhan, dapat dilakukan dengan cara membaca sebanyak 2 lembar (4 halaman) setelah shalat wajib atau sehari sebanyak 1 juz, sehingga hari terakhir ramadhan bisa khatam satu kali. Begitupun bila ingin khatam lebih dari satu kali, dapat memperbanyak tadarus lebih dari 1 juz per hari. Akan lebih baik lagi bila bisa memahami arti dan maknanya, serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

MELAKUKAN SHALAT SUNNAH TAMBAHAN

Shalat sunnah mempunyai keutamaan untuk menyempurnakan kekurangan dalam shalat wajib. Di bulan suci ini usahakan meningkatkan shalat sunnah (rawatib, dhuha, tahajud dan lainnya). Bila biasanya melakukan shalat dhuha hanya 2 rakaat, bisa menambah jumlah rakaat lebih banyak di bulan suci ini. Demikian juga dengan shalat tahajud, bisa ditambahkan jumlah rakaatnya. Melakukan shalat sunnah dengan tulus, akan terasa lebih ringan karena tidak menjadi beban, namun sudah merupakan kebutuhan.

MEMPERBANYAK DZIKIR

Kebiasaan baik yang tak hanya dilakukan saat ramadhan adalah membaca dzikir pagi (setelah subuh) dan dzikir petang (setelah ashar atau menjelang maghrib).

Bagi ibu rumah tangga, dzikir tidak harus dilakukan dalam waktu khusus (sambil duduk), tetapi bisa juga dilakukan sambil mengerjakan pekerjaan domestik (memasak. mencuci, menyapu menunggu anak pulang sekolah bahkan dalam perjalanan).

Perbanyak membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Astaghfirullah dan Laa ilaaha illallah. Akan lebih baik juga bila membaca dzikir setelah shalat.

MENINGKATKAN SEDEKAH

Sedekah rutin walaupun dalam jumlah kecil, jadi tidak harus memberi dalam jumlah besar. Walaupun kecil namun ikhlas dan konsisten. Bisa dilakukan dengan cara membuat kotak sedekah di rumah, kemudian menyisihkan setiap uang kembalian belanja untuk dimasukkan kotak tersebut. Nantinya di akhir bulan kotak bisa dibuka dan disalurkan ke yang membutuhkan.

Sedekah tidak harus uang, bisa dengan memberi makan orang yang membutuhkan. Di bulan suci ini bisa dilakukan memberi makan orang yang berpuasa, membagikan takjil ke masjid, membagi nasi kotak atau bahkan mengirim makanan ke tetangga yang membutuhkan termasuk amalan kecil dan sederhana tetapi bermakna. Mengajak anak-anak untuk mulai bersedekah sejak dini sehingga saat dewasa mereka sudah terbiasa melakukannya.

MENDOAKAN KELUARGA

Mendoakan keluarga bisa diartikan doa anak untuk orang tua, doa ibu untuk anak, maupun doa istri untuk suami. Doa-doa bisa dipanjatkan kapan saja. Setelah selesai shalat wajib maupun sunnah, panjatkan doa untuk keluarga kita (orang tua, anak, suami/istri, saudara).

Bagi ibu rumah tangga, doa bisa dipanjatkan di sela-sela aktivitas atau kapan saja, misalnya saat memasak, menyetrika maupun sebelum tidur. Insya Allah rumah akan menjadi berkah dan terasa tentram.

PENUTUP

Amalan-amalan kecil di bulan ramadhan ini akan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan setelah bulan suci ini berakhir. Amalan-amalan kecil akan sangat berarti bila dilakukan secara konsisten dan ikhlas. Dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari inilah, Insya Allah pahala akan terus mengalir. Jadi mulailah dari sekarang melakukan amalan-amalan kecil yang terbaik. Semoga amalan-amalan kecil ini bisa menjadi penyelamat kita di akhirat kelak. Aamiin. Semoga bermanfaat.

#Challenge Menulis IIDN
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar