wahyusuwarsi.com

HARAPAN DI AKHIR RAMADHAN

Harapan di akhir ramadhan

Bila ditanya apa harapan-harapan saya di akhir ramadhan? Pastinya ada kan harapan kita di akhir ramadhan, setelah sebulan berusaha meningkatkan ibadah dengan berpuasa, bertawakal, menahan diri dan sebagainya, pastinya ada harapan dan keinginan agar semua yang kita lakukan tidak sia-sia. Nah, apa saja harapan di akhir ramadhan? Simak ulasan berikut ini.

IBADAH DAN AMALAN KITA MENDAPAT RIDHO ALLAH SWT

Sebuah harapan yang sederhana namun sangat besar maknanya. Selama ramadhan kita berusaha beribadah seoptimal mungkin dan berkualitas, dari mulai shalat wajib, shalat sunnah, baca qur’an, sedekah, menjaga lisan, mengendalikan emosi, jadi tak ada salahnya bila kita berharap amalan dan ibadah kita diterima-Nya.

Selain itu kita juga terus konsisten meningkatkan kualitas ibadah kita, jadi tak hanya selama ramadhan saja. Dengan demikian Insya Allah akan mendapat ridho-Nya.

MENINGKATKAN KETAQWAAN

Berharap setelah ramadhan usai dapat meningkatkan ketaqwaan, dengan cara tetap konsisten melaksanakan kebiasaan baik selama ramadhan.

Shalat tepat waktu, menjalankan shalat sunnah, istiqomah membaca Al Quran, rajin bersedekah bahkan bila memungkinkan lebih ditingkatkan, tetap rutin mendatangi kajian (tholabul ilmi).

Pada umumnya setelah ramadhan banyak yang meninggalkan kebaikan-kebaikan rutin tersebut. Nah, dengan berakhirnya ramadhan janganlah meninggalkan kebiasaan baik tersebut bahkan bila mungkin malah ditingkatkan.

DIBERIKAN KESEHATAN DAN LANCAR REZEKI

Salah satu harapan di akhir ramadhan yakni senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran rezeki.
Bila badan selalu sehat, maka ibadah akan lancar, meningkat dan lebih khusyu.
Demikian juga bila rezeki lancar hingga bisa rutin bersedekah dan mendatangi majelis taklim. Rezeki tak hanya berupa materi saja, tetapi kesehatan juga bisa dianggap rezeki.

LEBIH DEKAT DENGAN KELUARGA

Di hari-hari biasa sangat susah menyatukan jadwal kami sekeluarga, bahkan hanya sekedar makan bersama. Anak-anak saya sudah disibukkan dengan aktivitas kerja dan kuliah, sehingga hampir tak punya waktu kebersamaan dengan kami sebagai bapak ibunya, apalagi untuk bepergian bersama.

Namun Alhamdulillah saat ramadhan ini semua anggota keluarga bisa menyesuaikan jadwal masing-masing, untuk berbuka bersama. Tentu saja kalau sahur pasti bisa bersama, karena kan masih dini hari.

Harapannya di akhir ramadhan dan seterusnya kebersamaan ini bisa terus berlanjut. Masing-masing menurunkan egonya dan bisa mengatur jadwal untuk sekedar makan bersama orang tuanya, atau bila memungkinkan bisa bepergian bareng. Ya walaupun mungkin hanya bisa di akhir minggu saja.

DILANCARKAN PEKERJAAN DAN STUDI

Harapan saya semoga dilancarkan pekerjaan (untuk suami dan anak sulung) dan dilancarkan kuliah (untuk anak bungsu).
Semoga amanah dan berkah di pekerjaannya. Dan untuk bungsu semoga kuliahnya lancar dan segera lulus. Aamiin.

BERTEMU RAMADHAN TAHUN DEPAN

Ini adalah hal.paling penting yang juga menjadi harapan, yakni bisa dipertemukan dengan ramadhan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik.

TINDAKAN NYATA AGAR HARAPAN TERWUJUD.

Agar harapan bisa terwujud, di bawah ini adalah tindakan nyata yang harus dijalankan:
  1. Tetap konsisten dalam beribadah, yakni shalat wajib, tadarus Al Quran, berdzikir, bersedekah agar menjadi orang yang bertaqwa.
  2. Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya jagalah pola makan dengan menu sehat, melakukan olahraga ringan, dan tidur cukup waktu atau jangan begadang.
  3. Bekerja dengan niat dan jujur, rajin (rutin) sedekah adalah juga salah satu cara agar dilancarkan rezeki. Tentunya jangan lupa berdoa memohon kepada Allah Swt agar diberi rezeki lancar, halal, barokah dan bermanfaat.
  4. Berdoa agar dipertemukan dengan ramadhan tahun depan, juga dengan cara menjaga kesehatan agar Insya Allah diberikan umur panjang atau kesempatan bertemu ramadhan tahun depan.

PENUTUP

Harapan-harapan di atas adalah sesuatu yang wajar tetapi bermakna besar bagi kita. Karenanya kita harus melakukan tindakan nyata agar harapan-harapan tersebut bisa terwujud. Aamiin.

#Challenge Menulis IIDN
‹ Lebih lamaTerbaru ✓

Posting Komentar