Pernah punya pengalaman tentang tips memilih sekolah PAUD untuk anak? Tentunya setiap orang tua akan memilih yang terbaik untuk anak, tak terkecuali dalam pilihan pendidikan. Dan hal ini dimulai dari pemilihan setingkat PAUD hingga jenjang yang lebih tinggi.
Memilih sekolah PAUD untuk anak-anak balita sangat penting, dan harus sesuai dengan karakter anak. Selain itu sekolah PAUD tersebut harus bisa meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena setiap anak memiliki karakter yang berbeda dan perkembangan yang tidak sama. Sekolah PAUD adalah langkah pertama perjalanan akademis anak dan menjadi bekal pembelajaran menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
Pengalaman saya membersamai sekolah PAUD untuk anak sulung juga berbeda dengan anak bungsu saya. Anak sulung saya lebih mandiri, dan masuk PAUD di usia kurang lebih 3 tahun. Saat itu dia sudah bisa menyesuaikan diri di hari pertama sekolah. Menikmati pelajaran yang diberikan ibu guru, bermain dan bersosialisasi bersama teman-teman tanpa mengalami kendala. Bahkan berangkat dan pulang sekolah pun sudah ikut mobil antar jemput bersama teman-teman dan seorang guru pendamping.
Berbeda dengan si sulung, anak bungsu saya belum bisa mandiri saat masuk sekolah PAUD, yang saat itu usianya belum genap 3 tahun. Hari pertama sekolah hingga seminggu, saya harus menunggu dan ikut masuk kelas. Tetapi untunglah saat itu ibu guru bisa memaklumi dan mengizinkan saya ikut sekolah hingga anak saya bisa menyesuaikan diri. Dengan kesabaran ibu guru yang mengajar, akhirnya setelah satu minggu si bungsu bisa menyesuaikan diri bersosialisasi di kelas. Ya walaupun saya masih harus menunggunya di luar kelas. Di artikel ini akan diulas beberapa hal tentang tips memilih sekolah PAUD untuk anak. Silahkan baca ulasannya.
USIA IDEAL ANAK MASUK PAUD
Dari pengalaman anak bungsu yang belum mandiri sekolah PAUD, kemungkinan penyebabnya karena anak saya terlalu muda (belum cukup umur) untuk sekolah. Dan akhirnya karena usia yang terlalu muda, saat TK B mengulang lagi satu tahun. Jadi total 4 tahun lamanya anak saya sekolah di sekolah tersebut. Hal ini tentu akan menimbulkan kebosanan pada anak sehingga kadang-kadang anak mogok sekolah. Anak harus mengulang materi yang sama selama setahun, padahal materi itu sudah pernah diajarkan sebelumnya. Berapa usia ideal anak masuk PAUD?Menurut para ahli tumbuh kembang anak dan rekomendasi dari organisasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan UNESCO, usia ideal anak masuk PAUD adalah:
USIA 2-4 TAHUN
Pada usia 2 sampai 4 tahun anak-anak mulai masuk Kelompok Bermain (KB), tetapi ada juga PAUD yang dimulai pada usia 3 tahun. Masa-masa ini difokuskan pada stimulasi, sosialisasi dengan lingkungan sekolah, motorik halus dan kasar serta anak dilatih kemandirian dasar. Untuk anak di bawah usia 2 tahun sebaiknya diasuh dalam lingkungan keluarga yang aman.USIA 4-6 TAHUN
Memasuki usia Taman Kanak-Kanak (TK), anak-anak mulai dilatih belajar sederhana, berinteraksi sosial dan mempersiapkan masuk Sekolah Dasar (SD). Misalnya mulai mengenal huruf dan angka sederhana, berbagi dengan teman, bersikap sopan terhadap guru dan teman, memakai sepatu dan kaos kaki, menyiapkan perlengkapan sekolah, makan sendiri.TIPS MEMILIH SEKOLAH PAUD UNTUK ANAK
![]() |
| bermain-sambil-belajar (gambar: Pinterest) |
MENGENAL KARAKTER ANAK
Sebelum memilih sekolah PAUD sebaiknya kenalilah karakter anak, apakah anak cenderung pemalu, aktif, sensitif, mandiri atau suka bertanya. Hal ini sangat penting agar sekolah bisa menyesuaikan pendekatan pengasuhan dan pembelajaran. Kemudian bila sudah mendaftar, ceritakan pada guru tentang karakter anak dan apakah guru punya pendekatan yang tepat untuk anak. Sebagai contoh, anak introvert lebih cocok berada di kelas yang kecil dengan suasana tenang.MEMILIKI IZIN OPERASIONAL DAN TERAKREDITASI
Sebelum mendaftarkan anak ke PAUD, sebaiknya mencari informasi tentang sekolah tersebut, apakah sudah memiliki izin resmi dari Dinas Pendidikan atau terdaftar dan terakreditasi di BAN PAUD.LINGKUNGAN AMAN DAN NYAMAN
Carilah PAUD yang mempunyai lingkungan aman dan nyaman bagi anak. Perhatikan juga lokasi dan jarak dari tempat tinggal, apakah berada di daerah rawan macet atau lainnya. Bila perlu, lakukan observasi dengan mendatangi tempatnya. Pastikan dan pilih PAUD yang mempunyai ruangan bersih, terang dan ventilasinya baik. Mempunyai area bermain yang aman dan cukup luas, perabotan-perabotan yang ramah anak (tidak berbahaya), toilet yang bersih dan mudah diakses anak-anak, mempunyai sarana alat permainan edukatif serta buku-buku yang mendukung (misal buku cerita dll).MEMPUNYAI TENAGA PENDIDIK BERKUALITAS
Guru yang berkualitas berpengaruh pada karakter anak. Sebaiknya guru PAUD memiliki latar pendidikan khusus PAUD sehingga bisa memahami karakter anak dan bagaimana memperlakukannya. Demikian juga guru PAUD harus mengerti tahap tumbuh kembang anak usia dini dan memahami proses pembelajaran untuk PAUD. Seorang guru PAUD hendaknya mempunyai sikap ramah, komunikatif, bertanggung jawab dan peduli pada siswanya.JUMLAH ANAK DAN GURU IDEAL
Sebuah sekolah PAUD sebaiknya mempunyai siswa tidak lebih dari 20 orang tiap kelas. Satu orang guru menghandle kurang lebih 10 anak, sehingga anak lebih diperhatikan kebutuhan serta perawatannya.MEMILIH LOKASI DEKAT RUMAH
Pemilihan jarak dan lokasi perlu diperhatikan, mengingat anak yang sekolah PAUD masih berusia di bawah 5 tahun. Pemilihan sekolah yang dekat dengan rumah akan memudahkan antar jemput sekolah, anak tidak cepat lelah serta tidak menghabiskan waktu di perjalanan. Bila anak sudah merasa capek sebelum masuk kelas, anak akan badmood, rewel bahkan mogok sekolah.KURIKULUM SESUAI USIA ANAK
Setiap PAUD memiliki kurikulum dan metode pengajaran yang berbeda-beda. Sebelum mendaftar sebaiknya carilah informasi tentang kurikulum di sekolah tersebut, misalnya carilah kurikulum yang berbasis bermain sambil belajar, mempunyai jadwal aktivitas untuk kelompok dan individu. Kurikulum yang baik dapat merangsang perkembangan anak, dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan keterampilan setiap anak. Kurikulum yang menyenangkan akan menambah semangat belajar pada anak.KEGIATAN YANG BERAGAM
Sebaiknya kegiatan tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik saja sehingga anak tidak merasa jenuh. Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya kegiatan fisik, kesenian, bermain, bercerita maupun kegiatan eksplorasi alam. Adanya kegiatan-kegiatan tersebut akan mendorong kemampuan dan kreativitas anak.MENERAPKAN POLA ASUH POSITIF
Yang dimaksud disini adalah tidak menggunakan hukuman fisik atau verbal. Misalnya bila anak berbuat kesalahan, sebaiknya tidak dihukum tetapi melakukan pendekatan dengan kasih sayang, berikan nasehat dengan bahasa yang mudah dimengerti dan tidak kasar. Sebaliknya bila anak berbuat kebaikan, berikan penghargaan terhadap anak bisa berupa pemberian hadiah kecil atau pujian yang membanggakan anak.MELIBATKAN ORANG TUA
Dalam setiap kegiatan sekolah selalu melibatkan orang tua, terbuka untuk komunikasi dan kerja sama. Dan sebaiknya ada laporan perkembangan anak secara berkala.UJI COBA/TRIAL CLASS
Sebelum mendaftar ajak anak survei ke sekolah yang dituju, amati bagaimana reaksinya, nyaman atau tidak. Bila memungkinkan ikutkan anak untuk uji coba atau trial class. Banyak sekolah-sekolah yang mengadakan trial class sebelum pendaftaran, yang tujuannya untuk mengetahui apakah anak berminat untuk mendaftar ke sekolah tersebut.BAGAIMANA AGAR ANAK NYAMAN DAN BERKEMBANG DI SEKOLAH PAUD
![]() |
| suasana-di-kelas (gambar: Pinterest) |
MEMBANGUN RUTINITAS YANG KONSISTEN DI RUMAH
Setelah mulai masuk sekolah, ajarkan anak rutinitas yang konsisten di rumah. Sebagai contoh adalah, tidur yang cukup (tidur tidak terlalu malam dan bangun pagi), sarapan sehat sebelum berangkat sekolah, berangkat sekolah tepat waktu sehingga tidak terlambat tiba di sekolah. Kebiasaan-kebiasaan yang diterapkan tersebut akan membangun kedisiplinan anak.MELIBATKAN ANAK DALAM PERSIAPAN SEKOLAH
Membiasakan anak untuk memilih perangkat sekolah akan membuatnya semangat bersekolah dan anak merasa dihargai. Misalnya memilih tas sekolah, sepatu, botol minum maupun tempat makan.MENGENALKAN SEKOLAH SECARA BERTAHAP
Untuk mengurangi rasa asing dan kecemasan pada anak di hari pertama masuk sekolah, ajaklah anak untuk bertemu guru dan bermain sebentar sebelum pembelajaran dimulai.MEMBERIKAN DUKUNGAN EMOSIONAL
Sepulang sekolah, dengarkan anak saat bercerita dan berikan tanggapan positif atas ceritanya. Tidak ada salahnya memberikan pujian atau pelukan atas keberaniannya sekolah. “Wah … adik pinter ya, sudah berani sekolah nggak ditungguin mama.” Pujian itu akan membesarkan hatinya dan memberi kebanggaan pada anak.MENGHINDARI TEKANAN BERLEBIHAN
Sebaiknya jangan memaksa anak untuk cepat bisa membaca, menulis atau bahkan tampil. Bimbinglah anak dengan sabar dan nikmati prosesnya. Beri dukungan moral berupa pujian atau berikan reward atas pencapaiannya.MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN GURU
Komunikasikan dengan guru tentang perkembangan anak di sekolah. Tanyakan hal-hal yang bisa dibantu dari rumah demi kemajuan dan perkembangan anak.MENDUKUNG ANAK UNTUK BERTEMAN DAN BERMAIN
Di waktu-waktu senggang ajaklah anak untuk menceritakan tentang teman-temannya di sekolah dan kejadian-kejadian di sekolah. Selain itu bantulah anak untuk belajar berbagi.PENUTUP
Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa tips memilih sekolah PAUD untuk anak harus memperhatikan hal-hal di bawah ini:- Mengenal karakter anak
- Memiliki izin operasional dan terakreditasi
- Lingkungan aman dan nyaman
- Tenaga pendidik berkualitas
- Jumlah anak dan guru ideal
- Memilih lokasi dekat rumah
- Kurikulum sesuai usia anak
- Kegiatan yang beragam
- Menerapkan pola asuh positif
- Melibatkan orang tua
- UJi coba/trial class
Referensi:
https://www.alodokter.com/11-langkah-memilih-paud-yang-tepat-untuk-buah-hati
https://www.sekolahmuridmerdeka.id/blog/tips-memilih-sekolah-untuk-anak-usia-dini/

.jpg)

.jpg)
Posting Komentar