wahyusuwarsi.com

PERSAHABATAN YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU


Bukber di salah satu cafe


Bicara tentang persahabatan atau sahabat, saya jadi ingat lagu yang dinyanyikan Sinden Tosca. “Persahabatan bagai kepompong, merubah ulat menjadi kupu-kupu.” Lagu itu bermakna betapa indah persahabatan. Bagaikan ulat yang mempunyai bentuk tidak menarik, berubah menjadi kepompong dan kemudian menjadi kupu-kupu yang cantik. Itulah indahnya makna persahabatan.

Bagi saya makna sahabat adalah seseorang yang dekat dengan kita (bukan saudara), dan selalu ada di saat kita susah maupun senang. Dengannya saya bisa bercerita apapun, meminta saran bila saya punya suatu masalah begitupun sebaliknya. Dan yang terpenting, seorang sahabat sejati tidak akan meninggalkan sahabatnya di saat dia terjatuh. Hal ini lah yang bisa menjadi tolok ukur, seseorang bersahabat dengan kita karena setia kawan atau karena hal-hal lain, misalnya karena harta, karena gengsi atau yang lainnya. Banyak kejadian di masyarakat, seseorang yang sedang sukses selalu dikelilingi banyak orang yang mengaku sahabat. Namun ketika dia jatuh (sedang terpuruk), banyak orang yang meninggalkan dan menjauhinya. Nah, disinilah persahabatan benar-benar diuji.
 

25 TAHUN BERSAHABAT

Di tulisan ini saya ingin menceritakan persahabatan saya dengan teman-teman yang sudah berjalan 25 tahun lebih. Persahabatan ini terjadi karena kebetulan kami tinggal sekomplek perumahan. Ada 6 orang yang menjadi sahabat saya sejak 25 tahun yang lalu, yaitu saat anak-anak kami masih bayi dan balita.

Komplek perumahan yang kami huni ini tergolong perumahan baru. Sekitar tahun 1997 saya dan suami menempati rumah di komplek ini. Awalnya saya belum mengenal tetangga-tetangga di sini, kecuali tetangga yang berdekatan (kiri dan kanan). Seiring berjalannya waktu saya berkenalan dengan penghuni perumahan yang rata-rata masih seumuran dengan saya, bersama keluarga kecilnya. Dari seringnya bertemu satu sama lain, akhirnya kami menjadi dekat. Kami yang masih ibu-ibu muda berjumlah 7 orang, dan menamakan grup kami Mak’s Rempong. Hingga satu persatu anak-anak kami lahir.

Sejak bayi, anak-anak kami selalu main bareng, kadang jalan-jalan bareng dan tiba saat sekolah pun mendaftar di sekolah yang sama, yaitu sebuah SD Islam terbaik yang ada di dekat perumahan kami. Dan hingga kini merekapun masih bersahabat seperti emak-emaknya. Ibu-ibu Mak’s Rempong mempunyai profesi yang berbeda-beda, yaitu perias pengantin, guru SMP, pengusaha catering, sukarelawan lingkungan dan ibu-ibu rumah tangga.

Kami selalu saling menjaga persahabatan ini agar langgeng. Satu sama lain berusaha untuk memahami, mengerti dan mencari solusi bila ada salah satu dari kami sedang ada masalah. Banyak cerita suka dan duka dalam persahabatan kami hingga bisa bertahan lebih dari 25 tahun.

Minimal sebulan sekali, kami selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul. Entah itu sekedar jalan ke cafe, makan bareng di rumah salah satu ibu, masak bareng atau bahkan piknik ke luar kota bila waktunya pas (masing-masing tidak ada kesibukan lainnya). Oya, kami juga punya uang kas yang dikumpulkan tiap bulan di salah satu ibu. Sekedar untuk refreshing bila kami kepengin jalan-jalan bareng. Sejenak refreshing dari rutinitas sehari-hari. Disini akan saya ceritakan satu persatu tentang sahabat-sahabat saya Mak’s Rempong ini.

Yang pertama adalah ibu Rini, seorang ibu rumah tangga dengan 3 orang anak (2 putri dan 1 putra) serta seorang cucu. Kesibukan sehari-hari adalah sukarelawan lingkungan. Dalam hal ini, ibu Rini berkompeten memberi penyuluhan kepada komunitas dan masyarakat tentang pemanfaatan bahan organik untuk melestarikan bumi, yaitu pembuatan eco enzyme dan pemanfaatannya, yang saat ini sedang digalakkan di masyarakat. Beliau adalah salah satu pengurus komunitas eco enzyme di Semarang.

Ibu Danik seorang pengusaha catering dan cafe. Ibu cantik ini memiliki 3 anak (2 putri dan 1putra) serta dua orang cucu yang cantik-cantik. Kegiatan sehari-hari selain mengurus rumah tangga, tentu saja mengelola usaha catering dan cafenya yang semakin berkembang.

Ibu Fira seorang ibu dari 2 orang anak (putra dan putri) yang keduanya sudah bekerja. Beliau mengajar di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Semarang. Hari-harinya sangat disibukkan urusan kurikulum, kegiatan belajar mengajar, ujian dan mengurus siswa siswinya. Namun begitu, beliau selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan kami, minimal sebulan sekali.



Ulang tahun ibu Fira
kebersamaan-saat-sahabat-kami-berulang-tahun
(Gambar: koleksi pribadi)

 
Salah satu acara kebersamaan kami
salah-satu-acara-kebersmaan-kami
(Gambar: koleksi pribadi)


Ibu Win yang mempunyai seorang putri. Ibu Win adalah seorang ibu rumah tangga sejati yang hari-harinya dihabiskan untuk mengurus rumah tangga, dan mempunyai hobi memasak. Di antara kami bertujuh, beliau yang mempunyai sifat paling bijaksana. Biasanya selalu menjadi ibu peri bagi kami dengan nasihat dan petuahnya.

Ibu Ervi mempunyai 3 orang anak (2 putri dan 1 putra). Seorang ibu rumah tangga yang sukses mendidik anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Beliau aktif di kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ibu Anggara mempunyai 4 orang anak (2 putri dan 2 putra). Seorang perias pengantin sukses dan juga pengusaha catering. Namun sesibuk apapun selalu meluangkan waktu untuk putra putrinya. Tentunya juga sebulan sekali ngumpul bareng Mak’s Rempong dong.

Yang terakhir tentu saja saya sendiri. Seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak remaja (putri dan putra). Saat ini saya sedang belajar ngangsu kawruh (menimba ilmu) di dunia literasi, yaitu dengan ngeblog, bergabung dengan komunitas menulis, selain itu juga belajar sebagai pemula di fotografi dan belajar videografi dengan mengikuti beberapa kelas online. Di sela-sela waktu senggang, saya sempatkan untuk merawat tanaman-tanaman hias saya yang menjadi hobi semenjak saya kuliah.

Nah, itu tadi cerita saya tentang 6 orang sahabat yang telah terjalin lebih dari 25 tahun.

TIPS MENJAGA PERSAHABATAN AGAR AWET

Berikut ini adalah tips-tips menjaga persahabatan agar awet dan utuh (rri.co.id):

1. Adanya rasa saling percaya. Rasa percaya ini diterapkan untuk menghindari saling curiga dan jangan sekalipun membuka kekurangan-kekurangan sahabat kita.

2. Adanya sikap keterbukaan. Keterbukaan antar sahabat adalah hal penting untuk meminimalkan salah paham diantaranya. Salah paham bisa menimbulkan konflik yang merusak persahabatan.

3. Saling menjaga amanah dan rahasia yang dititipkan, dalam kondisi apapun.

4. Saling memberi kabar. Komunikasi dengan sahabat adalah hal penting yang harus dijaga, walaupun berjauhan. Seorang sahabat sejati akan tetap setia dalam keadaan apapun.

Nah, itulah tadi tips-tips agar persahabatan tetap awet dan utuh. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Referensi:

https://www.rri.co.id/lain-lain/705967/tips-menjaga-persahabatan-agar-tetap-utuh

Posting Komentar