wahyusuwarsi.com

FILM FAVORIT

 


Kalau ditanya tentang film favorit saya, sebenarnya saya lebih suka film Indonesia dengan genre drama. Untuk film barat saya lebih suka nonton film-film semacam James Bond atau malah film horor.

Tetapi sudah beberapa tahun ini saya sangat jarang sekali nonton film di bioskop. Film-film yang saya tonton bisa dihitung dengan jari. Entah kenapa, saya juga tidak tahu. Mungkin karena semakin bertambah usia yang menyebabkan saya agak malas harus nonton film ke bioskop. Lebih banyak saya menonton film lewat televisi. Film-film yang biasanya sudah tidak tayang di bioskop, akan ditayangkan di televisi. Rasanya kok lebih nyaman nonton film di rumah, sambil ngemil atau berselonjor kaki di sofa.

Dulu semasa kuliah di sebuah universitas di Salatiga, hampir tiap minggu saya nonton bersama teman-teman. Setiap ganti judul film, pastilah kita noton rame-rame bareng teman. Maklum saat itu memang tidak ada hiburan lain selain nonton bioskop, harga tiketpun masih Rp 1.000 per orang. Ya, era tahun 80 an.

Kira-kira sebelum pandemi saya sempat nonton film Si Doel The Movie, bersama seorang teman. Film ini terinspirasi dari sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang ditayangkan berseri di televisi.

Film Si Doel The Movie
Foto dari Google

Dalam film Si Doel The Movie diceritakan kehidupan si Doel bersama Zaenab setelah Sarah istrinya pergi meninggalkannya ke Belanda.

Setting film si Doel adalah keluarga Betawi yang dikemas dengan apik oleh sutradara. Diceritakan juga kehidupan Sarah di negeri Belanda, dan si Doel sempat menyusul ke sana untuk mengurus perceraian mereka.

Dalam film ini juga diceritakan anak si Doel yang juga bernama Doel menyusul ayahnya ke Jakarta dan tinggal di rumah Doel dengan budaya  Betawi. Akhirnya sampai pada akhir cerita, si Doel dihadapkan pada dua pilihan yaitu antara memilih Sarah atau Zaenab. Pilihan si Doel adalah hidup bersama Zaenab yang sedang mengandung anaknya, setelah sebelumnya menceraikan Sarah.

Film Layangan Putus
Foto dari Google


Film kedua yang saya tonton setelah hibernasi sekian lama adalah Layangan Putus, tapi saya nontonnya di televisi. Jadi ya nontonnya tunggu tayang episode berikutnya, karena penayangannya dibagi beberapa episode dengan jam tayang masing-masing episode selama 1 jam.

Layangan Putus menceritakan tentang pernikahan Aris dan Kinan. Kinan adalah seorang dokter, akan tetapi setelah menikah dilarang bekerja oleh Aris, sehingga hanya menjadi ibu rumah tangga saja. Mereka dikaruniai seorang putri. Sejak kecil Kinan punya impian untuk pergi ke Cappadocia dan menaiki balon-balon udara yang menghiasi angkasa. Kinan jatuh cinta dengan keindahan Cappadocia.

Tak disangka-sangka Kinan mendapati foto-foto suaminya yang sedang pergi ke Cappadocia bersama wanita lain. Ya, ternyata Aris berselingkuh dengan wanita lain dan pergi ke tempat yang diimpikan Kinan, namun bersama wanita lain bukan Kinan. Selama pergi dengan wanita itu, Aris menghilang selama 12 hari tanpa kabar apapun ke Kinan.

Kinan sedang hamil anak kedua, dan seringkali Aris tak ada di rumah dengan alasan lembur. Periksa ke dokter kandungan pun Kinan sendiri tanpa ditemani Aris. Tentu saja sebagai istri, Kinan sangat kecewa setelah mengetahui perselingkuhan Aris dengan wanita itu. Kinan pun meminta cerai dari Aris.

Film Sayap Sayap Patah
Foto dari Google


Tanggal 1 Oktober lalu saya bersama seorang teman, nonton film Sayap-sayap Patah.Film ini diilhami dari kisah nyata di Mako Brimob. Menceritakan tentang terorisme di Mako Brimob dan kerusuhan napi di sana sehingga menimbulkan banyak korban. Film bergenre roman action ini dibintangi Nicholas Saputra sebagai Iptu Aji dan Ariel Tatum sebagai Nani istrinya. Chemistry di antara pemainnya menyuguhkan adegan romantis yang sangat apik di mata penonton. 

Film ini pernah saya review di blog saya. Monggo sila mampir bila berkenan:

https://yayuk127.blogspot.com/2022/09/ketegangan-nonton-film-sayap-sayap.html

Kalau film-film James Bond saya suka adegan-adegannya yang menegangkan, pemainnya juga ganteng-ganteng. Sayang sekali saat ini film-film James Bond sudah tidak diproduksi lagi ya. Padahal dulu film-film James Bond selalu menduduki peringkat atas dan box office.

Teman-teman itulah pendapat saya tentang film favorit. Kesimpulannya, saya menyukai film drama, action dan horor. Tapi saat ini saya sudah sangat jarang nonton film di bioskop, kecuali kalau tayang di televisi. 

Posting Komentar