MENGENAL PKK
PKK adalah singkatan dari Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, yakni gerakan kemasyarakatan nasional di Indonesia yang bertujuan memberdayakan perempuan dan keluarga guna meningkatkan kesejahteraan, dengan struktur dari tingkat pusat hingga dasawisma berdasarkan Perpres No. 99 tahun 2017.Dalam PKK juga dikenal 10 program pokok PKK, yang meliputi ketahanan pangan, kesehatan, kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi keluarga, melestarikan lingkungan serta perencanaan sehat.
Adapun tujuan utama PKK adalah mewujudkan keluarga sejahtera, maju, mandiri dan berkarakter, dimana setiap anggota keluarga mampu hidup sehat, harmonis, berpendidikan, serta memiliki ketahanan ekonomi dan sosial.
PELAKSANAAN PKK DI KOTA SEMARANG
![]() |
| taman-toga-pkk-rwx-pedalangan (Gambar: koleksi pribadi) |
Di kota Semarang kegiatan PKK saat ini sedang gencar-gencarnya. Setiap tahun Pemkot memberikan bantuan sebesar Rp 3.600.000 untuk PKK RW dan Rp 3.000.000 untuk PKK RT di setiap kelurahan. Namun tahun 2026 banyak RT dan RW yang tidak mengambil BOP PKK (Bantuan Operasional) PKK tersebut. Mengapa? Baca ulasannya di bawah ini.
Seperti tahun lalu, tahun 2026 ini pemkot juga memberikan dana operasional untuk PKK Tetapi tahun 2026 programnya ditingkatkan menjadi lebih banyak dibanding tahun 2025. Pada tahun 2025 program utama PKK adalah pilah sampah, PSN dan taman toga. Jadi uang bantuan pemkot hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut.
Dengan adanya BOP PKK sebenarnya sangat membantu kegiatan dan program PKK di RT maupun RW bagi ibu-ibu. Tetapi proses pencairan dana itu sebelumnya harus dibarengi dengan bermacam laporan dan dokumen yang harus dikerjakan oleh pengurus PKK. Sebagai contoh adalah RAP (Rapat Anggaran Perencanaan), Absensi kehadiran, Foto kegiatan, Nota pembelian (snack dan sarpras), dengan catatan nota basah bukan fotocopy dan harus ada NIB untuk UMKM, serta foto snack.
Dan biasanya dana BOP PKK cair pada bulan September namun dana harus habis untuk kegiatan hingga pertengahan Desember. Tentu saja waktu yang terlalu pendek (3 bulan) harus dipadatkan dengan kegiatan 3 program tersebut. Mau tidak mau tentu setiap minggu ibu-ibu PKK harus mengadakan kegiatan, sebagai laporan BOP PKK ke kelurahan.
Nah, hal inilah yang memicu adanya petisi untuk menyederhanakan kegiatan PKK. Ibu-ibu merasa kewalahan dengan banyaknya kegiatan yang menyita waktu, sehingga waktu untuk mengurus keluarga jadi berkurang. Begitupun pengurus PKK merasa terbeban dengan adanya laporan yang seabrek tersebut, dengan deadline pengumpulan yang sangat pendek (segera) tiap bulannya.
Di tahun 2026 ini program kerja bertema “Semangat Membangun Semarang” yang meliputi Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
SEMARANG BERSIH
Tujuannya adalah mewujudkan lingkungan yang bersih, nyaman, sehat, dan bebas dari sampah. Semarang bersih meliputi kerja bakti, pilah sampah, pembentukan bank sampah, pengadaan tempat sampah, gerakan Jumat/Sabtu bersih, penghijauan, edukasi tentang pengurangan sampah plastik, lomba kebersihan lingkungan.SEMARANG SEHAT
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat. Program kerjanya meliputi posyandu, senam sehat, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan, PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), kampanye makanan sehat dan bergizi, pencegahan stunting, PSN, sanitasi lingkungan yang baik.SEMARANG CERDAS
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pendidikan, pengetahuan,keterampilan, dan literasi masyarakat. Program kerjanya meliputi pojok baca, pelatihan komputer dan literasi digital, bimbingan belajar untuk anak-anak, pelatihan keterampilan bagi pemuda dan masyarakat, penyuluhan tentang pendidikan dan perkembangan teknologi, gerakan gemar membaca, pelatihan penggunaan medsos secara positif dan bijak, pemberian beasiswa bago anak berprestasi dan kurang mampu.SEMARANG MAKMUR
Tujuannya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Programnya meliputi pelatihan kewirausahaan, pengembangan UMKM, pemasaran produk secara digital, pameran atau bazar UMKM, pembentukan kelompok usaha masyarakat, pelatihan pengelolaan keuangan keluarga dan usaha, pengembangan produk unggulan lingkungan/ kelurahan, mendorong penggunaan dan promosi produk lokal Semarang,SEMARANG TANGGUH
Tujuannya adalah membangun masyarakat yang siap menghadapi benana, perubahan lingkungan, serta berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Programnya meliputi pembentukan kelompok siaga bencana, simulasi evakuasi bencana secara berkala, pemetaan wilayah rawan banjir dan bencana lainnya, pelatihan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan masyarakat, penyediaan perlengkapan tanggap darurat, gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan, penguatan solidaritas dan gotong royong masyarakat, pelatihan ketahanan ekonomi keluarga.Bila dikaji dengan benar tujuan PKK itu sangat baik karena bertujuan memberdayakan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, di era digital ini tugas-tugas yang dibebankan pada kader dan pengurus PKK sudah tidak relevan dan melebihi kapasitas kader. Kader juga manusia, yang mempunyai keterbatasan dan tanggung jawab terhadap keluarga dan pekerjaannya. Hal inilah yang memicu adanya petisi untuk menyederhanakan kegiatan PKK menjadi lebih efektif dan efisien.
Tak hanya itu tugas pengurus PKK juga mengurusi data-data warga, diantaranya data keluarga sejahtera, data bansos, data kehamilan, data KB, data Pasangan Usia Subur, data BPJS dan lainnya. Data-data tersebut harus diserahkan ke kelurahan dengan batas waktu tertentu dan deadline yang sangat pendek (hanya beberapa hari saja).
Sebagai pengurus PKK saya sangat merasakan hal ini (terbebani), dengan adanya tugas administrasi mengisi data warga dan pelaporan PKK. Banyak pengurus PKK yang bertanya, mengapa pengumpulan data warga dibebankan kepada ibu-ibu pengurus PKK? Bukankah seharusnya pengisian dan pengumpulan data warga adalah tugas instansi terkait, misalnya Dinkes, BKKBN, BPS dan yang lainnya. Tentunya hal ini sangat memberatkan bagi ibu-ibu PKK terutama pengurus dan kader, karena tugas yang diberikan sudah melebihi batas tugas PKK.
Di era digital ini pengisian data tentulah sudah online, sehingga untuk tahun-tahun berikutnya tak perlu diulangi lagi mengisi link (online). Dan juga untuk Dawis (Dasa Wisma) pengisian data masih manual dengan menulis di buku hijau (kalau tidak salah ada 5 buku lebih). Semoga dengan adanya petisi ini, pemkot bisa menyederhanakan kegiatan PKK yang terlalu padat menjadi lebih efektif dan efisien.
PETISI PENYEDERHANAAN KEGIATAN PKK
![]() |
| petisi-pkk-semarang (Gambar: instagram @wisatasemarang) |
- Pemilahan sampah dilakukan mandiri di rumah, dengan sistem penjemputan atau titik pengumpulan yang praktis.
- Pengumpulan minyak jelantah, dengan menyediakan layanan penjemputan atau tempat setor dengan insentif.
- Taman Toga, pengelolaan dipusatkan di tingkat kelurahan agar lebih terawat dan tidak membebani warga.
- Seragam PKK, tidak diwajibkan dalam pertemuan rutin PKK, tetapi tetap digunakan pada acara resmi.
- Administrasi PKK, menyederhanakan pencatatan menjadi dua administrasi inti dan mengurangi laporan berulang.
- Beban kerja pengurus, menyesuaikan tugas dengan kapasitas kader serta mengalihkan pekerjaan teknis kepada instansi terkait.
- Program JKN dan Posyandu, memperkuat peran tenaga kesehatan dan melibatkan kader sesuai kebutuhan serta kemampuan.
Bagaimana pengalaman teman-teman sebagai pengurus atau anggota PKK? Silahkan tulis di kolom komentar.




Posting Komentar