wahyusuwarsi.com

MENIKMATI STAYCATION DI BOROBUDUR BED AND BREAKFAST MUNGKID

Borobudur B and B

Bersama keluarga besar jauh-jauh hari sebelum lebaran, kami merencanakan untuk staycation di daerah Mungkid Magelang. Pertimbangan kami staycation di daerah Mungkid karena saat ini daerah tersebut merupakan pengembangan destinasi wisata yang mulai ramai dikunjungi masyarakat. Selain candi Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon, banyak destinasi yang dikembangkan, terutama juga UMKM setempat mulai hidup kembali.

Banyaknya balkondes dan homestay yang mulai tumbuh bak jamur dimusim hujan. Selain itu juga dihidupkannya kembali UMKM setempat sebagai destinasi wisata, menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat setempat mulai bangkit setelah covid. Pengunjung dipersilahkan menyewa mobil VW kemudian dibawa berkeliling mengunjungi UMKM yang ada di daerah itu (memilih 2 atau 3 kunjungan ke UMKM). Review VW tour akan saya ulas di artikel berikutnya.

BERTEMAN KEMACETAN SEPANJANG JALAN KE MAGELANG

Panas matahari dan cuaca menyengat siang itu tak menyurutkan semangat saya dan keluarga untuk segera sampai di tempat tujuan, yakni di penginapan (balkondes).

Berangkat dari Semarang pukul 10.00 WIB sambil mencari jalan tikus agar tak terjebak macet. Kami berangkat lewat Bandungan yang tidak begitu macet tapi padat merayap. Jalanan yang macet ditambah udara yang panas, semakin menambah lamanya perjalanan. Tapi tak mengapa, anak-anak masih semangat ingin cepat sampai di tujuan.

Sampai di Magelang sudah pukul 13.30 WIB, mampir beli kopi di Fore Coffee. Tak terasa perut kami pun mulai menyanyi, pertanda saatnya minta diisi dan istirahat sejenak dari kemacetan.

Mungkin karena masih suasana lebaran, ternyata banyak rumah makan yang masih tutup. Setelah berjibaku mencari rumah makan, akhirnya di ujung jalan kami menemukan sebuah warung kupat tahu khas Magelang. Satu-satunya warung yang buka di sekitar tempat itu. Rasanya lumayan enak juga. Entah karena perut kami lapar, atau ya mungkin memang enak masakannya.

Tahu kupat adalah makanan khas Magelang yang hampir mirip tahu gimbal. Terdiri dari campuran tahu, telur, kupat, toge, kecambah, petis dan sambal kacang yang rasanya khas.

Setelah makan siang dan istirahat sejenak, kembali kami lanjutkan perjalanan. Dengan bantuan mbah google, kami menuju balkondes.

Dan ternyata lokasinya mudah ditemukan. Borobudur Bed and Breakfast letaknya di pinggir jalan raya arah Borobudur.

STAYCATION DI BOROBUDUR BED AND BREAKFAST


Lokasi balkondes yang jaraknya 8,3 km dari Borobudur ini, ada di jalan raya arah candi Borobudur. Tepatnya di jl Mayor Kusen no KM 2,4 Pabelan Satu, Pabelan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dari jalan raya sudah tampak papan nama hotel dengan huruf yang lumayan besar, Borobudur BB.

Sisi sebelah kanan adalah Selasar Borobudur yang merupakan gift shop (pusat oleh-oleh). Di sebelahnya ada bangunan Borobudur Silver and Craft, yang menjual kerajinan perak.

Sisi sebelah kiri ada sebuah minimarket dan toko bakpia. Berderet ke belakang terdapat BS Resto. Tetapi sayang sekali saat kami menginap, resto sedang tutup. Oya, di bagian belakang terdapat Bhumi Sanna yakni venue dan cafe, yang biasa disewakan untuk pesta pernikahan outdoor.

Saya sempat explore ke Bhumi Sanna dan berfoto di sana. Wah, keren banget penataannya. Terkesan elegan untuk sebuah acara pernikahan outdoor. Terdapat panggung untuk pengantin, beberapa properti, disediakan juga tempat untuk menikmati hidangan, beberapa spot foto dan juga terdapat BS cafe.

Bhumi Sanna
bhumi-sanna-venue-and-cafe
(Gambar: koleksi pribadi)

Kamar-kamar di Borobudur BB ada 2 bangunan. Bagian depan (pavilion 1 dan 2) adalah kamar budget/ standart. Sedangkan bagian belakang adalah deretan kamar deluxe dan family room (ada 2 lantai).

Sore itu saya sempatkan untuk eksplore sekeliling balkondes yang ternyata lumayan luas, dan ada beberapa bangunan (mungkin beda manajemen ya, saya sendiri kurang tahu). Tapi pastinya tempatnya nyaman dan tenang buat staycation bareng keluarga.

Pavilion 2
Pavilion-2-budgetroom
(Gambar: koleksi pribadi)

Oya, acara sore itu dimulai dengan kumpul keluarga besar (saya dan adik-adik), dari beberapa kota yang berbeda. Kami berkumpul di pendopo yang letaknya ada di depan kamar deluxe (kebetulan adik saya menginap disini).

Acara seru-seruan dimulai dengan game tukar kado, yang dibungkus kertas coklat. Setelahnya dilanjutkan game serok uang, dengan mata ditutup. Suasana sore itu benar-benar ceria. Sambil bersilaturahmi, bercanda ria dengan keluarga besar. Sebelum maghrib acara sudah selesai, dan setelah shalat maghrib dilanjutkan makan malam di Sekar Kedhaton Resto yang jaraknya 300 meter dari balkondes jadi kami hanya berjalan kaki saja menuju resto.

Pendopo
pendopo-untuk-bersantai
(Gambar: koleksi pribadi)

Saatnya istirahat nih. Kamarnya cukup bersih, pelayanannya ramah dan baik. Fasilitas di kamar standar juga lengkap meliputi AC, wifi, flat screen TV, towels, toiletries, kamar mandi, shower, selimut, bantal, meja, kursi, dan kaca.

Untuk fasilitas kamar Deluxe ada tambahan hairdryer, sofa, beberapa fasilitas lain dan kamarnya juga lebih luas.

Hanya sayang kamar yang standart (pavilion) tidak kedap suara. Saat itu ada bis-bis wisatawan yang datang, jadi agak sedikit berisik. Tapi sore hari kondisi sudah sepi. Di kamar Deluxe dan family room (lantai 1), masih terdengar suara-suara berjalan dari lantai 2. Mungkin karena memang lantai atas tidak kedap suara. Harga kamar disini sangat terjangkau, budget room (mulai 365.000), family room (891.000), deluxe (546.000). Ini standar harga di bulan Maret 2026 ya.

Family room
family-room
(Gambar: koleksi pribadi)

Fasilitas lain di sini antara lain, menyewakan sepeda, ATV ride, rafting dan ada paket wisata VW mengunjungi UMKM atau destinasi lainnya.

Sarapan pagi disediakan di ruang makan. Makanannya enak juga walaupun sederhana.

Secara keseluruhan saya puas menginap semalam di Borobudur Bed and Breakfast.
Semoga review saya bisa menjadi referensi buat teman-teman yang hendak menginap di Mungkid (kawasan Borobudur).




Posting Komentar