Ya gimana nggak stress jika seorang ibu harus memikirkan semuanya sendiri, keuangan, pekerjaan rumah, anak, suami, rumah. Hal inilah yang kadang membuat lelah fisik semakin terasa lelah disebabkan adanya beban pikiran dan emosi.
Salah satu cara untuk meredakan tekanan emosi pada ibu rumah tangga adalah dengan journaling. Pentingkah journaling bagi ibu rumah tangga? Pada artikel ini akan diulas satu persatu tentang journaling, apa itu journaling, perbedaan journal dan diary, manfaat journaling bagi ibu rumah tangga, cara memulai journaling untuk ibu rumah tangga dan bagaimana cara konsisten menulis jurnal setiap hari. Akan lebih baik lagi jika journaling menggunakan tulisan tangan, sehingga meningkatkan otak untuk berpikir lebih kritis.
APAKAH JOURNALING ITU?
Journaling adalah kebiasaan menulis secara rutin, dalam tulisan itu dituangkan tentang apa yang ada di pikiran, tentang perasaan, apa yang ingin dicapai, apa yang direncanakan, refleksi diri, rasa syukur dan lainnya. Jadi di dalam journaling tidak hanya berisi kejadian-kejadian yang dialami saja.Dengan kata lain journaling itu ngobrol dengan diri sendiri lewat tulisan, yang bisa ditulis di dalam buku jurnal maupun media lainnya. Journaling untuk mengenal diri sendiri dengan mendalam, lain dengan diary yang biasanya hanya berisi cerita kejadian sehari-hari.
Ada bermacam-macam jenis journal antara lain daily journal (harian), gratitude journal (hal yang disyukuri), emotional journal (perasaan), goal journal (tujuan hidup), financial journal (keuangan), mindfulness journal (kesadaran), dan lainnya.
Saya sendiri juga mulai belajar journaling untuk review buku-buku yang saya baca (book review journal) dan junk jurnal (sebagai kreativitas).
PERBEDAAN JOURNALING DAN DIARY
Nah setelah kenal dengan journaling, kini saatnya mengulas perbedaan antara journaling dan diary.DIARY
Diary adalah semacam buku harian, yang menceritakan kejadian sehari-hari dan strukturnya urut sesuai hari (tanggal). Isi ceritanya berupa kejadian lalu yang tujuan utamanya sebagai dokumentasi atau file sehingga gaya tulisannya pun naratif seperti cerita.Dalam diary, kadang-kadang penulis menyertakan emosi, namun kadang juga tidak ada emosi atau perasaan.
Contoh narasi dalam diary:
“ Hari ini aku melakukan …”
Nah, kalau dulu semasa sekolah kita sering menulis diary berisi cerita atau kejadian-kejadian hari ini yang dialami dan biasanya dituliskan di sebuah buku. Tulisan itu tidak untuk dibaca orang lain, melainkan untuk diri sendiri karena isinya juga private dan hanya curhatan saja.
JOURNALING
Pada journaling, fokus utama adalah pikiran, perasaan dan emosi. Tujuan journaling adalah refleksi diri dan perkembangan pribadi, karena itu gaya penulisannya bebas bisa berupa pertanyaan, coretan atau gambar.Waktu yang dituliskan bisa masa lalu, sekarang atau masa depan. Manfaat utama journaling adalah untuk mengelola emosi atau apa yang terjadi di dalam diri.
Contoh narasi journaling:
“Aku merasa…”
“Aku ingin …”
Sudah tahu kan, perbedaan diary dan journaling. Kini saatnya mengulas tentang manfaat journaling, terutama untuk ibu rumah tangga.
Manfaat journaling untuk ibu rumah tangga adalah:
Dengan menulis jurnal akan membantu memberi warna pada perasaan ibu dan ini membantu emosi ibu lebih stabil.
Jadi dengan journaling akan membantu ibu rumah tangga menjadi lebih tenang, lebih sadar diri, lebih sabar dan lebih bisa menghargai diri sendiri. Bila hati ibu tenang, maka suasana rumah pun hangat, tenang, nyaman sehingga tercipta keluarga bahagia.
Beberapa cara memulai journaling bagi ibu rumah tangga akan diulas di bawah ini.
Waktu yang baik untuk journaling mungkin setelah subuh, waktu anak sekolah, waktu anak tidur, atau bahkan sebelum ibu tidur sediakan waktu sebentar (5 menit) untuk journaling.
Contoh panduan pertanyaan:
Hari ini aku merasa…
Aku bangga hari ini karena…
Hal yang aku syukuri hari ini adalah…
Besok aku ingin…
Hal yang membuatku lelah hari ini adalah…
Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain sesuai apa yang ibu rasakan dan pikirkan.
Agar suasana terasa spesial saat journaling, lakukan dengan ritual kecil misalnya duduk di tempat favorit, sambil minum teh di sore hari, memasang musik yang lembut dan ritual lain yang ibu suka. Jadi otak akan menganggap ini adalah waktunya beristirahat bukan bekerja.
Ini disebut habit stacking yaitu menempelkan kebiasaan baru ke kebiasaan lama.
Atau misalnya kalimat, “Hari ini aku merasa bahagia, karena….” Jadi ibu tetap konsisten journaling walaupun hanya menulis satu kalimat.
“Aku merasa…”
“Aku ingin …”
Sudah tahu kan, perbedaan diary dan journaling. Kini saatnya mengulas tentang manfaat journaling, terutama untuk ibu rumah tangga.
MANFAAT JOURNALING UNTUK IBU RUMAH TANGGA
Kita semua pasti tahu bahwa pekerjaan ibu rumah tangga mencakup fisik, mental dan emosi sekaligus. Untuk itulah seorang ibu rumah tangga juga perlu melakukan journaling agar melepas beban, bahkan kadang mereka tidak menyadari bahwa journaling memang dibutuhkan.Manfaat journaling untuk ibu rumah tangga adalah:
UNTUK MELEGAKAN BEBAN PIKIRAN
Sebagai ibu rumah tangga tentu banyak sekali yang menjadi beban pikiran, mulai dari memikirkan pekerjaan domestik, memikir rumah, juga mengatur keuangan dalam rumah tangga, belum lagi memikirkan kebutuhan suami dan anak-anak, yang rasanya pekerjaan-pekerjaan tersebut tak ada habisnya. Waktu yang 24 jam rasanya sangat kurang untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaan tersebut. Bagaimana caranya agar, pikiran jadi lebih tenang dan tidak menumpuk beban? Salah satu cara adalah dengan journaling. Setidaknya journaling dapat membantu ibu memindahkan isi kepala ke kertas dalam bentuk tulisan. Tulis saja apa yang menjadi beban ibu, yang terpenting adalah beban pikiran berkurang.MEMBANTU MENGENAL PERASAAN DIRI SENDIRI
Apa yang ibu rasakan? Merasa lelah itu pasti, tapi harus tetap bersabar dan itu terasa berat. Ada kalanya ibu merasa kecewa, marah, merasa tidak dianggap, tidak dihargai, kewalahan, bosan atau bahkan sedih. Selama ini banyak stigma bahwa ibu rumah tangga tidak menghasilkan, tidak berbuat apapun di rumah, paling-paling hanya mengerjakan tugas-tugas harian ringan (memasak, mencuci, membersihkan rumah, antar jemput sekolah dan lainnya). Hal ini menimbulkan kekecewaan bahkan merasa tidak dihargai.Dengan menulis jurnal akan membantu memberi warna pada perasaan ibu dan ini membantu emosi ibu lebih stabil.
MENGURANGI STRES DAN EMOSI TERPENDAM
Sebagai seorang manusia tentu sangat wajar bila kadang ibu merasa sangat capek, namun harus tetap sabar dan ikhlas menjalankan semua kewajiban ibu. Dengan melakukan journaling, ibu bisa mengeluarkan emosi tanpa menyakiti orang lain. Rasa marah, kecewa dan sedih yang ibu rasakan bisa lebih terkendali. Journaling itu seperti curhat ibu dalam bentuk tulisan, jadi lebih aman dan privat karena tidak dibaca untuk orang lain, bahkan mungkin oleh suami maupun anak-anak sekalipun.UNTUK LEBIH MENINGKATKAN KESABARAN
Journaling membantu meningkatkan kesabaran. Ibu sebaiknya rutin refleksi diri, sehingga lebih mudah mengetahui kekurangan dalam dirinya. Sebagai contoh, kadang-kadang ada seorang ibu yang lebih mudah marah karena lelah dan kurang istirahat. Nah, dengan refleksi diri dan journaling membuat reaksi ibu jadi lebih terkendali.MENUMBUHKAN RASA SYUKUR
Lakukan journaling dengan menuliskan hal-hal yang membuat ibu bersyukur pada hari itu. Misalnya fokus pada hal-hal kecil yang baik pada hari itu, anak-anak merasa senang, masakan ibu dipuji suami maupun anak-anak, anak-anak tidak rewel sehingga rumah terasa tenang dan nyaman. Tulis hal-hal itu dalm jurnal ibu, ini akan menambah mood ibu sehingga beban terasa lebih ringan.MEMBERI WAKTU KHUSUS UNTUK DIRI SENDIRI
Beri waktu khusus untuk ibu, walaupun hanya sebentar. Waktu khusus tidak harus pergi liburan atau ke salon, cukup dengan journaling 5-10 menit bagi ibu. Dengan demikian ibu merasa dihargai sebagai individu dan bukan hanya sebagai pengurus rumah tangga.MENINGkATKAN RASA PERCAYA DIRI
Bacalah kembali tulisan lama yang pernah ditulis. Dari tulisan tersebut akhirnya ibu sadar bahwa ibu ternyata pernah menjadi sosok yang kuat, saat sedang terpuruk, atau bahkan sebaliknya ibu menjadi orang yang selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Allah Swt. Ini membangun rasa percaya diri dan penghargaan pada diri ibu sendiri.MEMBANTU MENGATUR PIKIRAN DAN RENCANA
Tulislah yang menjadi to do list ibu pada hari itu, pekerjaan mana yang menjadi prioritas, dan pekerjaan yang kurang mendesak. Hal ini sangat membantu agar pekerjaan rumah jadi lebih terstruktur dengan prioritas yang jelas , sehingga tidak menjadi beban pikiran ibu.MENGURANGI OVERTHINKING
Memikirkan hal yang sama berulang-ulang seringkali menyebabkan isi kepala jadi penuh. Maka dari itu tulis saja pada selembar kertas apa yang jadi pikiran ibu.JOURNALING MENJADI RUANG AMAN YANG SELALU ADA
Jurnal bisa menjadi tempat curhat yang tepat bagi ibu, karena tak semua ibu punya tempat curhat yang aman dan nyaman. Anggap saja journaling adalah sahabat yang selalu siap mendengar curhatan ibu.Jadi dengan journaling akan membantu ibu rumah tangga menjadi lebih tenang, lebih sadar diri, lebih sabar dan lebih bisa menghargai diri sendiri. Bila hati ibu tenang, maka suasana rumah pun hangat, tenang, nyaman sehingga tercipta keluarga bahagia.
CARA MEMULAI JOURNALING BAGI IBU RUMAH TANGGA
Mungkin pada awalnya seorang ibu rumah tangga sulit memulai journaling, apalagi bila ibu tidak terbiasa menulis. Menulis itu juga merupakan kebiasaan dan bisa dilatih, menulis untuk menuangkan pikiran maupun apa yang ibu rasakan.Beberapa cara memulai journaling bagi ibu rumah tangga akan diulas di bawah ini.
JOURNALING BUKAN TUGAS
Sebaiknya rubah mindset ibu bahwa journaling itu bukan tugas atau suatu kewajiban, tetapi journaling adalah me time. Anggaplah bahwa journaling adalah waktu khusus bagi diri sendiri walaupun hanya 5-10 menit saja. Jadi tak perlu pandai menuliskan kata-kata yang indah di jurnal, tetapi yang terpenting adalah menuangkan apa yang ada di pikiran ibu untuk mengurangi beban.MULAI DARI DURASI KECIL
Bagi ibu yang baru mulai journaling sebaiknya gunakan durasi kecil (sebentar) saja, misalnya 5 menit sehari. Banyak juga yang baru mulai journaling, namun memaksakan durasi waktu yang lama.. Hal ini malah akan menimbulkan rasa jenuh dan bosan, bahkan kadang ibu malah tidak mau lagi melakukan journaling.Waktu yang baik untuk journaling mungkin setelah subuh, waktu anak sekolah, waktu anak tidur, atau bahkan sebelum ibu tidur sediakan waktu sebentar (5 menit) untuk journaling.
MEMILIH ALAT YANG PALING MUDAH DAN MURAH
Dengan sarana apa ibu melakukan journaling? Bisa dengan sarana apapun, tidak perlu yang mahal. Untuk journaling dapat menggunakan buku bekas anak yang masih kosong, buku tulis biasa, buku agenda tahun-tahun lalu, atau binder yang penting bisa menuangkan tulisan ibu.MEMAKAI PANDUAN PERTANYAAN
Andai ibu masih ragu apa yang akan ditulis, gunakan panduan pertanyaan.Tidak harus semua ditulis, misalkan satu kalimat juga sudah cukup. Nantinya bila ibu sudah lancar menulis, tuangkan semua pikiran dan perasaan dalam beberapa kalimat.Contoh panduan pertanyaan:
Hari ini aku merasa…
Aku bangga hari ini karena…
Hal yang aku syukuri hari ini adalah…
Besok aku ingin…
Hal yang membuatku lelah hari ini adalah…
Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain sesuai apa yang ibu rasakan dan pikirkan.
MENGGUNAKAN BAHASA SEDERHANA
Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana menurut ibu, jadi tidak perlu menulis dengan bahasa yang indah seperti puisi. Karena jurnal itu untuk dibaca diri sendiri, jadi boleh-boleh saja memakai bahasa campuran, curhat dan mungkin bahkan tidak sesuai kaidah KBBI (bahasa gaul).KONSISTEN JOURNALING
Dalam journaling yang terpenting adalah konsisten menulis. Tak perlu tulisan yang sempurna, walaupun hanya 3 kalimat sehari pun tidak apa-apa. Lebih baik menulis 3 kalimat sehari namun konsisten, dibanding menulis 3 halaman tapi hanya seminggu sekali.MEMBUAT RITUAL KECIL SAAT JOURNALING
![]() |
| momen-kecil-saat-journaling (Gambar: pinterest) |
JOURNALING FOKUS KE PERASAAN
Saat journaling, fokuskan pada perasaan dan bukan kegiatan. Jadi ibu tak hanya menulis kegiatan misalnya, masak, mencuci, atau antar jemput sekolah. Sebaiknya tulis perasaan ibu saat itu, misalnya merasa senang karena apa, merasa sedih karena apa atau bahkan hari ini merasakan kegembiraan karena apa.BAGAIMANA CARA KONSISTEN JOURNALING BAGI IRT?
Setelah mengulas tentang memulai journaling bagi ibu rumah tangga, kini saatnya mengulas tentang bagaimana cara konsisten agar ibu bisa melakukan journaling, simak ulasannya.TURUNKAN STANDAR MENULIS
Menurunkan standar dalam arti tulis dan targetkan misalnya 2 sampai 3 kalimat dalam 3 menit. Hal ini akan terasa ringan sehingga otak tidak akan menolak.MENULIS DI WAKTU YANG SAMA
Konsisten menulis di waktu yang sama setiap harinya, menjadikan kebiasaan rutin. Contohnya setelah shalat subuh, sebelum tidur atau saat minum teh sore hari.Ini disebut habit stacking yaitu menempelkan kebiasaan baru ke kebiasaan lama.
MENGGUNAKAN PERTANYAAN TETAP
Agar ibu tidak terlalu lama berpikir untuk journaling, maka gunakan pertanyaan tetap. Sebaiknya ibu punya beberapa pertanyaan andalan sebagai pedoman, misalnya hal baik hari ini, besok aku ingin apa, dan lainnya.MENYIAPKAN JURNAL DI TEMPAT YANG TERLIHAT
Agar Ibu tidak lupa, maka persiapkan buku jurnal di tempat yang mudah dilihat dan diingat, misalkan meletakkan jurnal di samping tempat tidur atau di meja.GUNAKAN MOMEN KECIL YANG MENYENANGKAN
Seperti yang sudah ditulis di atas, saat journaling gunakan momen kecil yang menyenangkan. Misalnya journaling sambil minum teh di sore hari, sambil memutar musik yang lembut maupun momen-momen lain yang menyenangkan bagi ibu.JANGAN MENGEJAR SEMPURNA
Bila ada sehari yang terlewat journaling, jangan patah semangat atau bahkan berhenti. Beri semangat pada diri ibu untuk tetap melanjutkan dan konsisten melakukan journaling pada hari berikutnya.MENGGUNAKAN METODE SUPER CEPAT
Bila ibu benar-benar merasa sangat lelah, lakukan journaling dengan metode super cepat atau satu kalimat saja. Sebagai contoh tuliskan kalimat, “ Hari ini aku merasa bersyukur, karena….”Atau misalnya kalimat, “Hari ini aku merasa bahagia, karena….” Jadi ibu tetap konsisten journaling walaupun hanya menulis satu kalimat.
INGAT MANFAATNYA, BUKAN KEWAJIBANNYA
Dengan mengingat bahwa journaling bukan tugas sekolah, maka pikiran ibu menjadi lebih tenang, mengurangi beban dan ibu punya waktu untuk diri sendiri.PENUTUP
Sebagai penutup tulisan ini, dapat diambil kesimpulan bahwa:- Journaling harus dilakukan dengan konsisten.
- Journaling mengurangi beban pikiran pada ibu rumah tangga.
- Journaling bukan tugas sekolah, jadi harus dilakukan tanpa memberatkan.
- Dengan journaling, ibu rumah tangga punya waktu untuk dirinya sendiri (me time).
- Lakukan journaling walaupun hanya satu kalimat saja. Lebih baik sedikit tapi rutin, daripada banyak namun berhenti di tengah jalan.


.jpg)
Posting Komentar