wahyusuwarsi.com

WORKSHOP JAPANESE PLANTING KOKEDAMA


Tanggal 25 November 2023 saya berkesempatan mengikuti workshop Kokedama bersama 2 orang teman. Workshop dilaksanakan di Dromma Cafe jalan Gajahmada (tepatnya di Dromma Space ruang meeting), dengan instruktur workshop dari Agrisouvenir Yogyakarta yaitu mbak Husni. Lumayan juga, jumlah peserta yang ikut ada 10 orang dari Semarang.

Pasti temans sudah sering mendengar istilah Kokedama, kan? Yuk, kita kenalan dengan Kokedama dan sekaligus praktek membuatnya. 



Tanaman kokedama
kokedama-sebagai-tanaman-indoor
(Gambar: Kompas.com)



KENALAN DENGAN KOKEDAMA

Kokedama adalah teknik menanam dari Jepang yaitu menempatkan tanaman dalam bola tanah, kemudian membungkusnya dengan mos (lumut) lalu mengikatnya dengan tali. Tali yang digunakan pun tidak hanya tali rami, namun bisa juga dengan tali warna warni sehingga menambah daya tarik tanaman itu sendiri. Teknik menanam kokedama sudah dikenal di Jepang sejak tahun 2014, sedangkan di Amerika pada tahun 2012. Namun lebih dikenal bahwa kokedama berasal dari Jepang.

Teknik menanam ini sangat unik karena tidak menggunakan pot. Kokedama secara bahasa adalah gabungan dari kata “Koke” yang artinya lumut dan “Dama” yang artinya bola. Jadi Kokedama adalah sistem menanam dengan menempatkan tanaman pada lumut yang dibentuk bola. Dengan kokedama kita akan membawa nuansa Jepang di rangkaian tanaman hias kita.

Saat ini di Indonesia medianya tidak hanya menggunakan lumut saja tetapi bisa juga dari sabut kelapa, karena itu bisa disebut Cocodama. Kalau menggunakan sabut kelapa, warna bola akan tetap berwarna coklat, namun kalau menggunakan lumut, warna bola akan berubah menjadi hijau karena lumut ini hidup (kurang lebih 10 hari setelah pembuatan kokedama). Semua tergantung selera masing-masing saja, menggunakan lumut atau sabut kelapa.

TIPS MEMILIH TANAMAN KOKEDAMA

Ada banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dengan kokedama misalnya pakis, sirih-sirihan (sirih gading, sirih joy), begonia, tanaman sukulen (sejenis kaktus), anggrek, aglonema, keladi, anthurium, philodendron ataupun paku-pakuan.

Tetapi sebaiknya pilihlah tanaman yang:

1. Mudah dirawat

2. Bentuknya relatif kecil

3. Akarnya kecil

4. Butuh sinar matahari sedikit

5. Memiliki pertumbuhan yang lambat

6. Adaptif terhadap cahaya dan suhu

MANFAAT KOKEDAMA

Dilansir dari kreativv.com ada beberapa manfaat kokedama yaitu:

1. Kokedama tidak membutuhkan penyiraman intens, karena tidak perlu disiram setiap hari. Penyiraman hanya dilakukan seminggu sekali atau 3 hari sekali sesuai kondisi lumut.

2. Ramah lingkungn karena media tanam kokedama dari bahan-bahan alam yang mudah terurai.

3. Sebagai sarana kreativitas . Membuat kokedama harus telaten dan kreatif, terutama untuk melilitkan tali hias yang mengelilingi media tanam dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya seni yang cantik.

CARA MEMBUAT KOKEDAMA

ALAT DAN BAHAN

1. Media tanam yaitu sekam dan tanah, dengan perbandingan 2:1 (2 sekam:1 tanah). Bisa juga ditambahkan pasir malang dengan perbandingan masing-masing 1:1:1. Usahakan agar media poros agar tidak terlalu lembab, sehingga menyebabkan akar tanaman busuk.

2. Biasanya setelah 1 tahun, media (lumut) akan kempis dan akar tanaman akan menjuntai. Karena itu sebaiknya kokedama harus dibongkar kembali dan diganti media baru.

3. Tanaman yang mudah dirawat dan cocok di tanah yang lembab (boleh tanaman yang ditanam dalam polybag kecil).

4. Lumut atau sabut kelapa.

5. Gunting

6. Tali rami atau tali berwarna

7. Benang jahit yang sewarna dengan media tanam

8. Nampan atau koran untuk alas kerja

9. Mangkok untuk mencetak lumut

10. Jarum pentul dan kertas karton berbentuk lingkaran kecil (sesuai bentuk dasar mangkok)

11. Sarung tangan

12. Kawat kira-kira 20 cm
 


alat dan bahan
alat-dan-bahan-yang-dibutuhkan
(Gambar: koleksi pribadi)


CARA MEMBUAT

1. Letakkan lumut pada wadah (mangkok) yang telah tersedia. Lumut ditekan-tekan hingga pipih dan mengikuti bentuk mangkok, dengan pertengahan bebentuk cekung. Lakukan hingga menutup seluruh pinggiran mangkok, dengan ketebalan kurang lebih 1 cm.


Lumut diletkkan pada wadah
lumut-ditekan-tekan sesuai bentuk-mangkok
(Gambar: koleksi pribadi)

 
2. Kemudian masukkan tanaman beserta media tanam ke dalam mangkok berisi lumut tadi.


letakkan tanaman ke dalam mangkok
letakkan-tanaman-dan-media-tanam-
ke-dalam-wadah
(Gambar: koleksi pribadi)

 

3. Tutup dengan lumut hingga bentuknya elips. Lakukan terus sampai menutup semua permukaan, kira-kira hingga 1 cm di atas batang tanaman.



menutup permukaan dengan lumut
tutup-permukaan-dengan-lumut
(Gambar: koleksi pribadi)



 
4. Tekan-tekan lumut hingga padat dan bentuknya bulat, bila masih terasa kurang padat tambahkan lumut lagi.

5. Lilitkan benang jahit melingkar dengan jarak 1 cm di bawah batang tanaman. Lakukan lilitan melingkar beberapa kali, agar lumut terikat dan tidak ambrol.



lilitkan benang jahit
lilitkan-benang-jahit-melingkar
(Gambar: koleksi pribadi)

 

6. Balikkan mangkok sambil diketuk-ketuk, untuk mengeluarkan tanaman dan bola lumut tadi dari mangkok.



keluarkan tanaman dari mangkok
mengeluarkan-tanaman-dari-wadah
(Gambar: koleksi pribadi)

 

7. Bola lumut dikepal-kepal dengan kedua belah tangan, hingga bentuknya padat dan bulat.



bentuk bola lumut
bentuk-bola-lumut-setelah-dikepal
(Gambar: koleksi pribadi)



8. Tempelkan kertas karton dengan bantuan jarum pentul di bawah bola lumut. Peletakan kertas karton ini harus pas dengan lingkaran dasar mangkok.

9. Ikat dengan tali rami dengan posisi menyilang, yaitu dari kiri atas ke arah kanan bawah bola lumut, kemudian diikat mati. Bagian tali rami yang panjang inilah yang digunakan untuk mengikat dengan teknik tertentu.



tali diikat menyilang
tali-diikat-menyilang
(Gambar: koleksi pribadi)



10. Demikian seterusnya, tali diikat dari atas ke bawah dengan posisi menyilang hingga menutup seluruh bola lumut. Posisi tali di bagian bawah bola lumut, tidak boleh menutup kertas karton.


tali menutup bola lumut
posisi-tali-menutup-bola-lumut
(Gambar: koleksi pribadi)

 

11. Setelah bola lumut tertutup tali, ikatlah tali di bagian bawah bola lumut (diikat tali mati), kemudian lepaskan kertas karton. Akan tampak  pada bagian bawah bola lumut, hasil rajutan tali berbentuk lingkaran, mengikuti bentuk dasar mangkok.



bagian bawah bola lumut
bagian-bawah-bola-lumut
(Gambar: koleksi pribadi)

 

12. Pada bagian samping bola lumut, tusuklah dengan kawat tegak lurus hingga tembus ke bawah. Kemudian kawat bagian atas dibentuk lengkungan (untuk mengaitkan kokedama pada gantungan). Kawat bagian bawah ditekuk dan dimasukkan ke dalam bola lumut agar tampak lebih rapi.


tusuk dengan kawat
tusuk-dengan-kawat-tegak lurus
(Gambar: koleksi pribadi)

 
13. Kokedama siap dipajang sebagai hiasan indoor atau di teras.


kokedama indoor
kokedama-sebagai-interior
(Gambar: koleksi Ibu Nita)

 

peserta workshop
peserta-workshop-dan-hasil-karyanya
(Gambar: Agrisouvenir)


PERAWATAN TANAMAN


1. Penyiraman dilakukan bila bola lumut kering. Bila tanaman indoor, penyiraman dilakukan seminggu sekali dengan cara merendam bola lumut selama 1 menit pada air sampai dengan leher tanaman.

2. Tanaman indoor, bisa di rotasi ke teras 3 hari sekali selama beberapa jam.

3. Bila tanaman ada di teras, bisa disiram 3 hari sekali.

4. Bila sudah dilakukan perendaman tetapi bola lumut masih kelihatan kering, bisa dilakukan penyemprotan dengan sprayer dengan jarak 2 hari sekali.

5. Pemupukan dilakukan sebulan sekali, menggunakan pupuk cair atau pupuk yang bisa dicairkan (misalnya Gandasil Daun). Cara lain adalah pupuk dicampur dangan air yang akan dipakai menyiram kokedama.



Nah, itulah ulasan saya setelah mengikuti Workshop membuat Kokedama. Bagaimana temans, tertarik kan? Semoga bermanfaat.

Referensi:

https://kreativv.com/tanaman-hias-kokedama/

Mentor workshop kokedama dari agrisouvenir Yogyakarta.
 

 

7 komentar

  1. Mbaaa...bagus sekali hasilnya. Jadi ingin belajar juga nih.. Oya mba,klo menggunakan sabut kelapa apakah harus direndam.dulu sabutnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dengan sabut kelapa. Intinya media (lumut atau sabut) dalam kondisi lembab agar mudah dibentuk.

      Hapus
  2. Bagus juga nih mba, kebetulan lagi pengin bikin taman kering nih di dalam rumah. Itu medianya bisa dibeli dimana, mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pesan di agrisovenir tempat aku ikut workshop, lewat online mbak.

      Hapus
  3. Bagian bikin tali temali untuk tempat tanamannya yang bikin aku galau. Aku sejak lama pengen bikin tanaman kokedama gini, tapi gak jadi jadi, hahahaha. Itu kursusnya dapat informasi dari komunitas ya Mbak?

    BalasHapus
  4. Cantik hasilnya, cocok buat hiasan, bikin mata seger lihat ijo-ijo 😍
    Jadi pengen nyoba, saya tim yang nggak telaten nyiram tanaman tiap hari 🙈🙈

    BalasHapus