Lebaran sudah berlalu, tapi acara halal bihalal masih saja berlangsung selama bulan Syawal belum berakhir. Rabu tanggal 8 April 2026 lalu Gandjel Rel mengadakan halal bihalal di Cafe Kopi Tembalang. Kegiatan ini digabungkan dengan kegiatan dari Semarang Baca, karena sebagian anggota Gandjel Rel juga menjadi anggota Semarang Baca. Dihadiri kurang lebih 16 orang dari kedua komunitas acara berlangsung lancar dan penuh kehangatan antar anggota.
Untuk Gandjel Rel kopdar sudah berpuluh kali diadakan dan juga sering mendatangkan narasumber di acara-acara tersebut. Sedangkan untuk Semarang Baca (digawangi mbak Uniek) ini adalah kopdar yang ke-13. Ya karena komunitas ini baru berdiri kurang lebih satu tahun, suatu pencapaian yang membanggakan. Dan jumlah anggota pun juga terus bertambah. Mereka tertarik bergabung dengan komunitas Semarang Baca yang hampir tiap dua minggu sekali bertemu untuk baca bersama. Di acara halbi ini pun ada beberapa orang anggota baru yang bergabung.
Seperti biasa acara dimulai dengan sharing dari founder Gandjel Rel dilanjutkan acara dari Semarang Baca. Acara dari komunitas Semarang Baca dimulai dengan membaca hening selama 30 menit. Masing-masing peserta membawa buku yang hendak dibaca. Berbagai genre buku yang dibawa dan dibaca oleh member Semarang Baca, semuanya menarik.
Setiap peserta wajib menceritakan isi buku yang dibacanya tidak lebih dari 5 menit. Sebagian membawa buku non fiksi, motivasi, pengembangan diri dan ada juga yang membawa buku fiksi, history fiction, bahkan buku anak-anak juga ada. Tetapi semua buku yang direview masing-masing punya kelebihan dan kekurangan.
Mbak Unik dan mbak Moya bercerita buku anak yang dibawa. Walaupun sudah emak-emak tapi buku anak tetap menarik juga ya, dengan gambar warna-warna cerah. Mbak Unik membawa buku berjudul Pohon Jeruk dan Kakek Jamil, mbak Moya buku berjudul Kinar dan Poco.
Beberapa buku motivasi juga dibahas disini yakni mbak Fenti dengan bukunya Start With Why, mbak Tyas dengan buku berjudul Hero, bu Rinas buku berjudul Daily Journal Law Of Attraction.
Ada lagi buku history fiction yang dibawa dan dibaca mbak Nia, berjudul Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi. Mbak Nida menceritakan tentang jalan Braga Bandung, mbak Sita buku tentang kesehatan berjudul The Sophrology Method. Mbak Rahmi membawa buku hasil karyanya beserta ketiga kakak adiknya, berjudul Selamanya Anak. Saya sendiri membawa novel tentang mental health yakni Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna. Buku tentang keuangan dibacakan oleh mbak Rani berjudul Financial Planning is Bullshit. Mbak Dedew membacakan cerita dari aplikasi ipusnas berjudul, Tokyo dan Perayaan Kesedihan. Dan twrakhir adalah mbak Ulfa dengan bukunya The 3 AM.
Saya selalu berusaha untuk hadir di kopdar Gandjel Rel maupun Semarang Baca. Selalu ada insight baru, wawasan dan tambahan pengetahuan baru yang didapat setelah bertemu teman-teman blogger yang luar biasa, juga teman-teman Semarang Baca.
Banyak referensi buku bagus yang saya dapat setelah mendengar review dari teman-teman di Semarang Baca, sebelum memutuskan untuk membelinya.
Acara diakhiri saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan. Semoga tahun depan bisa terlaksana kembali acara halbi dua komunitas (Gandjel Rel dan Semarang Baca).


Posting Komentar